5 Sembuh, Tambahan 4 Kasus Baru Covid-19 di Bojonegoro
Terus bertambah jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan sembuh, Jumat (16/10/2020).
Terus bertambah jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan sembuh, Jumat (16/10/2020).
Sejumlah tokoh agama, lintas pemuda, hingga kepala SMA dan SMK di Kabupaten Bojonegoro yang tergabung dalam forum keberagaman umat beragama di Bojonegoro, Jumat (16/10/2020) gelar deklarasi bersama tolak anarkisme di Indonesia.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PPP, Efendi Eko Laksono, menggelar reses guna menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1, yang berlokasi di Desa Dander, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/10/2020).
Sejak pandemi covid-19 mulai merebak, semua lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Bojonegoro melakukan pembelajaran jarak jauh secara online, baik untuk lembaga pendidikan se tingkat PAUD hingga MA, seperti yang dilakukan Raudhotul Athfal (RA) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nasyatul Ulum yang berada di Desa/Kecamatan Balen ini.
Sejumlah tokoh agama, lintas pemuda hingga kepala sekolah di Kabupaten Bojonegoro yang tergabung dalam forum keberagaman umat beragama di Bojonegoro, Jumat (16/10/2020), menggelar deklarasi bersama tolak anarkisme di Indonesia.
Pasien sembuh dari Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) terus bertambah dan jumlahnya lebih banyak dari kasus baru setiap harinya.
Pasien sembuh dari Covid-19 per 15 Oktober 2020 mencatatkan angka yang sangat signifikan. Jumlahnya mencapai 5.810 pasien sembuh. Pencapaian itu menambah jumlah kesembuhan kumulatif menjadi 273.661 pasien sembuh.
Jumlah pasien di Bojonegoro yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Kamis (15/10/2020) ada sebanyak 3 orang. Sedangkan tambahan kasus baru ada 5 orang.
Sebagai upaya untuk meminimalisir keikutsertaan pelajar SMA/SMK dalam kegiatan demonstrasi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta para Kepala Sekolah, Guru dan Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan untuk melibatkan Komite Sekolah dan OSIS dalam proses pengawasan para pelajar.
Raut kekecewaan tergambar di wajah ratusan peserta tes calon perangkat desa (Parades) untuk dua desa yang akan mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) Kamis (15/10/2020).