Gubernur Khofifah Konfirmasi Positif Covid-19
Kabar mengejutkan di awal tahun 2021, setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.
Kabar mengejutkan di awal tahun 2021, setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.
Jumlah kasus baru di Jawa Timur, Sabtu (2/1/2021) bertambah 723 pasien.
Ada 25 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Sabtu (2/11/2021).
Di samping melakukan penangan kesehatan selama pandemi Covid-19 di tahun 2020, pemerintah juga terus berupaya memulihkan sektor perekonomian yang terdampak pandemi. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dua hal itu menjadi fokus utama dan harus dilaksanakan secara berhati-hati selama masa pandemi Covid-19.
Hari ini, pemerintah Indonesia mendatangkan tambahan vaksin COVID-19 sebanyak 1,8 juta dosis. Vaksin produksi Sinovac ini tiba di bandar udara Soekarno Hatta Tangerang, Provinsi Banten, pada Kamis, 31 Desember 2020, pukul 11:55 WIB dengan pesawat Boeing 777-300 ER dari maskapai Garuda Indonesia. Hadir saat penjemputan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Kasus konfirmasi positif di Kabupaten Bojonegoro, di awal tahun 2021, Jumat (1/1/2021) menurun dibandingkan kemarin. Jika sebelumnya ada 227 orang, jumlahnya berkurang 16 menjadi 211 orang.
Warung Modern dan Tradisional Wajib Terapkan Prokes
Jumlah pasien sembuh COVID-19 di hari pertama tahun 2021 bertambah menjadi 617.936 orang atau persentasenya 82,3%. Jumlah tersebut termasuk juga penambahan pasien sembuh harian sebanyak 6.839 orang per 1 Januari 2021.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi penularan Covid-19 di tahun 2021. Hal ini dikarenakan tren kasus positif Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan adanya penurunan signifikan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut langkah pertama ialah memperketat disiplin protokol kesehatan semakin diperketat.
Pergantian tahun menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini pandemi Covid-19. Sehingga Majlis Ulama Indonesia (MUI) membuat tausyiyah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan juga tetap menjaga persatuan.