Kasus Aktif di Bojonegoro Masih 36 Orang
Meski jumlah kasus baru bertambah, namun seiring juga dengan tambahan pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga kasus Covid-19 yang aktif di Kabupaten Bojonegoro menurun.
Meski jumlah kasus baru bertambah, namun seiring juga dengan tambahan pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga kasus Covid-19 yang aktif di Kabupaten Bojonegoro menurun.
Perkembangan Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan hasil yang positif. Capaian baik ini terlihat dari jumlah kasus aktif yang terus menurun dan angka kesembuhan yang meningkat. Hasil yang baik pada 2 paramater ini menunjukkan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia sudah berjalan baik.
Pemerintah berupaya melindungi para calon jemaah haji (calhaj) yang akan berangkat ke tanah suci kelak dari terpapar virus Covid-19. Upaya perlindungan ini dengan mengikutsertakan para calhaj dalam program vaksinasi Covid-19 tahun 2021.
Dua pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bojonegoro terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).
Perkembangan pasien sembuh per 23 Maret 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,3 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.304.921 orang dengan persentasenya di angka 88,7%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 6.954 orang.
Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan sejauh ini pemerintah belum menemukan adanya efek samping atau Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) yang fatal dalam program vaksinasi Covid-19. Meski demikian, pemerintah mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan, jika merasakan atau bahkan menemukan efek samping setelah divaksinasi. Diketahui, Per 20 Maret 2021, masyarakat yang sudah menerima vaksin sudah mencapai angka 5 juta orang.
Jumlah kasus konfirmasi positif di Kabupaten Bojonegoro kembali menurun. Kali ini, Selasa (23/3/2021) menjadi 37 orang dari jumlah sebelumnya 40 kasus.
Vaksin Covid-19 AstraZeneca adalah salah satu vaksin yang akan digunakan dalam proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nasional di Indonesia.
Terkait wacana sertfikasi vaksin sebagai syarat pelaku perjalanan untuk bepergian, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat bahwa hal itu belum direalisasikan. Dan pemerintah pun saat belum melakukan pembahasan lebih lanjut terkait sertifikat vaksin dan tetap akan menunggu hasil kajian yang valid.
Vaksinasi tahap kedua juga memprioritaskan atlet sebagai sasaran penerima vaksin COVID-19. Pada 26 Februari 2021, atlet, pelatih, dan tenaga pendukungnya telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama dan dilanjutkan pemberian dosis kedua pada 13 Maret lalu.