Akhir Pekan, Bojonegoro Dibayangi Hujan Ringan
Cuaca berawan, hujan ringan dan angin kencang dengan kecepatan 30 kilometer perjam dari arah timur akan membayangi akhir pekan di Bojonegoro.
Cuaca berawan, hujan ringan dan angin kencang dengan kecepatan 30 kilometer perjam dari arah timur akan membayangi akhir pekan di Bojonegoro.
Beberapa hari belakangan ini hujan dengan intensitas tinggi turun di beberapa wilayah Kabupaten Bojonegoro termasuk Kota yang syarat langganan akan adanya genangan air di beberapa jalan protokol. Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu juga di wilayah Bojonegoro selatan banjir bandang menerjang Kecamatan Dander. Naik turunnya debit air Bengawan Solo juga perlu diwaspadai masyarakat yang bermukim di pinggiran bantaran sungai terpanjang di pulau jawa itu.
Pada bulan November 2017 ini, menurut prakiraan cuaca akan terjadi hujan dengan intensitas sedang. Hal itu berdasarkan surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang. Nomor: KT.304/171/KMLG/X/2017, tentang prakiraan cuaca bulan November, Desember 2017 dan Januari 2018.
Hujan akhirnya turun juga setelah hampir 2 bulan musim kemarau yang mendera wilayah Bojonegoro. Tidak sedikit warga bernafas lega. Masyarakat mulai tersenyum dan merasakan air hujan yang pertama kali jatuh dari langit di musim kemarau tahun ini.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui BPBD Jatim merilis prakiraan cuaca wilayah di Bojonegoro dan sekitarnya hari ini, Senin (29/5/2017) bertepatan dengan puasa hari ke tiga. Pada pagi hari, kondisi berawan dan potensi hujan ringan terjadi di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Juanda mengimbau kepada warga di provinsi Jawa Timur agar mewaspadai perubahan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang dengan durasi singkat.
Hujan deras disertai petir dan angin kencang dengan kecepatan 28 kilometer per jam dari arah barat, akan membayangi akhir pekan di Bojonegoro.
Sampai hari ini dan beberapa waktu mendatang, angin, hujan dan disertai sambaran kilat, diprediksi masih akan berlangsung untuk wilayah Indonesia pada umumnya. Selain itu juga akan menerpa Jawa Timur dan lebih sempit lagi Kabupaten Bojonegoro.
Sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam puncak musim hujan. Sehingga, peningkatan intensitas curah hujan masih terjadi. Dengan potensi curah hujan tinggi pada periode bulan Februari ini, maka potensi hujan lebat harian dapat meningkatkan peluang terjadinya bencana Hidrometeorologi.
Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro terutama warga di bantaran Sungai Bengawan Solo, karena ketinggian air akan bertambah sewaktu-waktu. Pasalnya diperkirakan dalam seminggu ke depan Kota Ledre akan terjadi hujan.