Bisnis Perlengkapan Sekolah Anjlok Di Tengah Pandemi
Bisnis perlengkapan sekolah di sejumlah toko, seperti alat tulis maupun fotokopi, tengah sepi pembeli di tengah Pandemi Covid-19.
Bisnis perlengkapan sekolah di sejumlah toko, seperti alat tulis maupun fotokopi, tengah sepi pembeli di tengah Pandemi Covid-19.
Setelah hampir 3 bulan sejak pandemi corona mewabah, akhirnya, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro, kembali dibuka sejak Senin (8/6/2020). Meski sudah buka kembali, Perpusda hanya melayani layanan sirkulasi atau peminjaman buku.
Upaya untuk menggiatkan literasi di lingkungan sekolah benar-benar dilaksanakan oleh SMPN 4 Bojonegoro. Hal itu terbukti dengan rilis 24 buku antologi hasil karya siswa dan guru.
Setiap tahun warga Bojonegoro yang melangsungkan pernikahan terbilang cukup banyak. Namun tidak mempengaruhi stok buku nikah yang tersedia di seluruh KUA yang ada di Bojonegoro. Stok buku nikah diklaim tetap aman dan tidak akan ada kekurangan.
Di Kabupaten Bojonegoro, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda) Bojonegoro ada ratusan perpustakaan desa (Perpusdes). Ratusan Perpusdes itu hanya ada beberapa perpusdes yang masih banyak dikunjungi oleh para warga desa setempat.
Masyarakat Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat memanfaatkan keberadaan bazar buku murah Bojonegoro 2020, yang digelar di gedung Islamic Center Bojonegoro.
Bertempat di arena hari bebas kendaraan bermotor di depan gedung pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Minggu (2/2/2020) puluhan anak muda yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bojonegoro menggelar diskusi terkait dunia literasi.
Gairah berliterasi di Kampus Ungu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro begitu tinggi. Itu terbukti dengan gerakan mengarah ke buku yang cukup konsisten.
Geliat literasi di Kampus Ungu, Sekolah Tinggi Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro terus bergairah. Di sudut-sudut kampus dipakai oleh karyawan, dosen dan mahasiswa untuk berdikusi tentang buku.
Banyaknya angka pernikahan di Kabupaten Bojonegoro, membutuhkan persedian stok buku nikah begitu banyak, sehingga Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, mengajukan tambahan buku nikah untuk tahun 2020 mendatang.