Pertahankan Kearifan Lokal, Arif Jual Perabotan dari Bambu
Di era yang serba canggih, banyak masyarakat memilih menggunakan perabotan serba modern. Sehingga, perkakas tradisional yang terbuat dari bambu banyak ditinggalkan.
Di era yang serba canggih, banyak masyarakat memilih menggunakan perabotan serba modern. Sehingga, perkakas tradisional yang terbuat dari bambu banyak ditinggalkan.
Pemasangan baliho ataupun spanduk yang dilakukan oleh oknum- oknum tertentu di pepohonan sangat di sayangkan. Pasalnya, pemasangan di pepohonan bisa mengancam pertumbuhan pohon dan mengakibatkan pepohonan tersebut mati. Seperti halnya yang terletak di jalan Bojonegoro - Babat, tepatnya Kecamatan Kapas dan Balen.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro akan menghentikan distribusi air bersih ke rumah pelanggan pada hari Senin (20/3/2017). Penghentian distribusi sementara disebabkan adanya pekerjaan pengurasan reservoir di Desa Patoman, Kecamatan Baureno.
Meski hanya lulusan SMP, namun dengan usaha yang keras, warga Kedungbondo, Kecamatan Balen, Laksmi cukup sukses dengan usahanya mengubah ban bekas menjadi kursi. Bahkan, omsetnya bisa mencapai Rp.35 juta per bulan.
Penelitian menemukan, orang yang sering melamun dan berkhayal cenderung kurang bahagia ketimbang orang yang fokus pada realitas.
Meski saat ini bermunculan model meja dan kursi baru, tidak menyurutkan penjualan meja kursi dari bahan ban bekas. Usaha yang dimiliki oleh Narto (53) asal Desa Gampeng, Kecamatan Balen, Bojonegoro tersebut masih laku keras di pasaran karena memang memiliki pangsa terseniri.
Nasib tragis dialami sekeluarga warga Dusun Banaran, Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, sepeda motor yang dinaiki empat orang tertabrak Kereta Api Jaya Baya di perlintasan turut Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Minggu (19/3/2017) sore.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengembangkan proyek pembangunan 1.000 embung atau waduk kecil di 28 kecamatan. Salah satu embung yang sudah terealisasi dibangun di Bojonegoro yaitu embung pedang atau yang akrab disapa dengan waduk pedang oleh masyarakat di sekitar sana.
Beberapa pedagang di Pasar Kedungadem yang saat ini menempati Tempat Penampungan Sementara (TPS) di belakang Kantor BRI mengeluhkan penjualan yang sepi. Para pedagang yang sudah pindah sejak tiga bulan itu berharap untuk segera dipindahkan ke pasar baru.
Bertempat di Desa/Kecamatan Dander, Enik Kusnul Yanti, wanita berumur 38 tersebut, adalah pemilik Butik Batik Latansa khas Jonegoroan yang telah menembus pasar Nasional hingga Internasional.