#blokBojonegoroTV
Jawa dan Bali Masih Dominasi Kabupaten/Kota Zona Merah
Jawa dan Bali Masih Dominasi Kabupaten/Kota Zona Merah
Jawa dan Bali Masih Dominasi Kabupaten/Kota Zona Merah
Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan pentingnya rencana kesiapsiagaan ancaman bencana dalam masa pandemi Covid-19. Karena hal ini penting untuk mengurangi dampak dari bencana alam bagi masyarakat setempat. Serta mencegah penularan Covid-19 saat proses evakuasi dan di lokasi-lokasi pengungsian.
Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terus memantau pelaksanaan program vaksinasi Covid-19, termasuk mendengarkan laporan masyarakat. Hingga Rabu (20/1), Komnas KIPI mengatakan ada 30 laporan KIPI yang bersifat ringan dan tidak ada reaksi serius yang memerlukan perawatan intensif setelah tenaga kesehatan (nakes) mendapat vaksin Covid-19 pertama kali.
Bupati Bojonegoro, Anna Muawannah beberapa waktu yang lalu menekankan terkait pentingnya donor plasma konvalesen yang perlu dilakukan penyintas Covid-19. Dengan begitu, mampu menyelematkan jiwa pasien positif Covid-19.
Pemerintah telah berkomitmen memberikan vaksin Covid-19 secara gratis demi memulihkan kesehatan nasional akibat hantaman pandemi Covid-19. Namun, niat baik pemerintah ini masih saja menuai beberapa penolakan pada program vaksinasi Covid-19 ini. Ada masyarakat yang masih meragukan dan menunjukkan ketakutan, khususnya terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
Perkembangan harian penanganan Covid-19 Per 20 Januari 2021, kembali mencapai angka kesembuhan harian tertinggi yaitu sebanyak 9.755 orang. Tambahan meningkatkan pasien sembuh kumulatif menjadi 763.703 orang atau persentasenya di angka 81,2%.
Vaksinasi COVID-19 sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Program vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap dalam 2 gelombang yang akan berlangsung hingga Maret 2022.
Ada sebanyak 28 pasien Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro dinyatakan sembuh, Rabu (20/1/2021). Sedangkan kasus baru, bertambah 17 orang dan 1 pasien meninggal dunia.
Kapasitas testing (pemeriksaan) Covid-19 per 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan sudah melebih standar yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dengan target 267 ribu orang per minggu atau 38 ribu orang perhari. Tepatnya, di Indonesia jumlah pemeriksaan mingguan sudah mencapai angka 290.764 orang, atau persentasenya sebesar 107,69%.