Turun Drastis, TMA Sungai Bengawan Solo di Bawah Siaga
Trend debet air pada Sungai Bengawan Solo beberapa hari kemarin mengalami kenaikan dan sempat akan menyentuh siaga 2 (Kuning). Kini TMA mengalami penurunan yang cukup drastis
Trend debet air pada Sungai Bengawan Solo beberapa hari kemarin mengalami kenaikan dan sempat akan menyentuh siaga 2 (Kuning). Kini TMA mengalami penurunan yang cukup drastis
Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus mengalami penurunan sejak pukul 12.00 WIB siang tadi, yang menyentuh angka 13.50 WIB Peilschaal. Sedangkan pada pukul 15.00 WIB, berdasarkan papan ukur tinggi muka air Bengawan Solo, yang berada di komplek Taman Bengawan Solo (TBS) di Kelurahan Ledokwetan kembali turun menjadi 13.40 Peilschaal, Selasa (15/12/2020).
Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengan Solo di Kabupaten Bojonegoro yang sempat akan menyentuh Siaga 2 (Kuning), kini sudah mulai menujukan tren penurunan dan menyentuh angka 13.50 peilschaal pada pukul 12.00 WIB, Selasa (15/12/2020).
Data pengamatan TMA di wilayah SDJA III/3 tanggal 15 Desember 2020 Pukul 07.00 WIB
Wajah kemeriahan terlihat di kantor yayasan mulia sejak siang hingga sore, para relawan berdatangan dari berbagai penjuru kabupaten Bojonegoro. Hari ini, Ahad 13 Desember 2020 dilaksanakan Konsolidasi dan Tasyakuran Akhir Tahun 2020.
Intensitas curah hujan lokal yang cukup tinggi, mengakibatkan trend air Bengawan Solo terus mengalami perkembangan. Hal itu juga dipengaruhi oleh kiriman air dari wilayah hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa.
Intensitas curah hujan lokal yang cukup tinggi dan cuaca buruk ditambah kiriman air dari hulu pada, Minggu (13/12/2020) kemarin mengakibatkan debit air Bengawan Solo terus mengalami peningkatan.
Intensitas curah hujan tinggi dan cuaca buruk pada, Minggu (13/12/2020) mengakibatkan debit air Bengawan Solo naik cukup signifikan. Hal itu dipengaruhi kiriman dari wilayah hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, menetapkan status siaga 1 atau siaga hijau pada aliran Sungai Bengawan Solo. Itu akibat intensitas hujan tinggi yang menimpa daerah hulu Bengawan Solo, seperti Madiun, Ponorogo, maupun Ngawi.