Skip to main content

Category : Tag: Asa


Nanti Malam, Final Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan

Guna rangka mendorong generasi muda yang cerdas serta menumbuhkan wawasan Kebangsaan pada kalangan pelajar, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), mengadakan kegiatan yang bertajuk Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan (CCWK), tingkat pelajar SLTA se-Kabupaten Bojonegoro.

AJI Bojonegoro Serukan Upah Layak

Memperingati hari kebebasan pers dunia (World Press Freedom Day), yang jatuh pada tanggal 3 Mei 2017, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro menyerukan seluruh jurnalis untuk berserikat memperjuangkan hak-haknya.

Dua Motor Tabrakan di Jalur Poros Kepohbaru, Dua Meninggal

Kecelakaan tragis terjadi di jalan PUK Kecamatan Baureno - Kepohbaru, tepatnya di Dusun Baru Lor, Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, siang tadi. Kecelakaan antara sepeda motor Honda CB 150 R beradu muka dengan Honda Vario menyebabkan kedua pengendara sama-sama meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua orang pemboncengnya, sama-sama mengalami luka berat.

Jelang Ramadan, Harga Beras Relatif Stabil

Menjelang Bulan suci ramadhan, harga beras di sejumlah pasar di Kabupaten Bojonegoro cenderung stabil. Untuk harga beras jenis rendah di pasar saat ini dijual dengan harga Rp7.000 perkilogram.

Selain Sepi, Pasar Kanor Dinilai Kurang Lengkap

Pasar Kecamatan Kanor yang terletak di Desa Tambahrejo, dinilai masih kurang lengkap dalam menyediakan bahan pangan maupun pakaian serta bahan-bahan kebutuhan masyarakat yang lainnya.

Tiga Pilar Penopang Bojonegoro Semakin Matoh

Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:

Pindah di TPS, Pedagang Ada yang Memilih Tidak Jualan

Dipindahnya pedagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Kedungadem, Bojonegoro membuat pedagang banyak yang memilih untuk tidak berjualan atau malah memilih berjualan di emperan. Pasalnya, TPS yang berada di belakangan kantor BRI unit Kedungadem itu tidak dekat dengan jalan raya.

Hingga April, Pedagang Pasar Kedungadem Belum juga Dipindah

Pemindahan pedang pasar Kedungadem benar-benar tidak tepat seperti perjanjian, alias molor. Pasalnya, dari jadwal sebelumnya pedagang di pasar tersebut akan dipindahkan pada bulan Februari, namun sampai pertengahan bulan April pemindahan untuk seluruh pedagang belum juga dilakukan, pedagang masih berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Harga Daging Sapi Masih Rp100.000 Per Kilogram

Harga daging sapi masih tinggi, rata-rata daging sapi lokal dijual Rp100.000/kg di Pasar Tradisional Bojonegoro. Harga tersebut mahal karena pasokan yang kurang. Salah satu penjual sapi di Kabupaten Bojonegoro, Okta mengatakan, harga daging sapi masih stabil di harga tinggi Rp98.000 sampai Rp100.000 perkilogram.