Siasati Harga Cabai Rawit yang Sedang Naik, Konsumen Beralih ke Cabai Kering
Harga cabai rawit segar yang sedang tinggi membuat masyarakat Kabupaten Bojonegoro terpaksa harus beralih ke cabai kering dibanding dengan cabai segar.
Harga cabai rawit segar yang sedang tinggi membuat masyarakat Kabupaten Bojonegoro terpaksa harus beralih ke cabai kering dibanding dengan cabai segar.
Cabai rawit menjadi komoditas pasar yang selalu menjadi perbincangan banyak ibu rumah tangga dan para pedagang. Minggu lalu bumbu dapur satu ini sering mengalami kenaikan hingga 100 ribu, namun kini harganya menurun.
Harga jual eceran cabai rawit merah atau sret di sejumlah Pasar Tradisional Kabupaten Bojonegoro meroket, perkilogramnya tembus Rp95.000, Senin (22/2/2021).
Pandemi Covid-19 yang telah melanda kurang lebih satu tahun ini mengharuskan warga masyarakat tetap menggunakan masker, terutama yang sering digunakan yakni masker earlop.
Cabai rawit menjadi komoditas pasar yang selalu menjadi perbincangan banyak ibu rumah tangga dan para pedagang. Minggu lalu bumbu dapur satu ini sering mengalami kenaikan, bahkan hingga kini masih tetap mengalami kenaikan. Harganya yang setiap minggu mengalami kenaikan, tak kunjung mengalami penurunan
Seorang warga Desa Temu RT.001/RW.005, Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia karena tersengat listrik, Rabu (17/2/2021). Perempuan bernama Jumilah (40) meninggal dunia di samping rumahnya.
Masyarakat kelompok petani jagung di selatan Bojonegoro kian bergairah. Hal tersebut dikarenakan harga jual jagung kian meningkat dalam beberapa pekan terakhir dari harga jagung glontoran (jagung beserta jangelnya) sebelumnya Rp 1700/kg saat ini meningkat di kisaran harga Rp1.850 per kg.
Pada akhir pekan ini Sabtu (13/2/2021), harga perdagangan emas batangan 24 karat terpantau turun jika dibanding dengan pekan sebelumnya.
Harga bahan dan kebutuhan pokok di pasaran yang naik turun adalah hal yang lumrah terjadi. Seperti halnya kebutuhan memasak yang wajib ada di dapur yaitu bawang merah.
Lagi dan lagi, kini produsen tahu harus menambah kesabaran dirinya. Selain ditengah pandemi yang membuat penjualan menurun ditambah lagi harga bahan utama pembuatan tahu yang merangkak naik, membuat produsen tahu dan tempe mengeluh.