Desa Tangguh Bencana Diharapkan Tekan Kerugian Banjir
Pembentukan desa tangguh bencana banjir Bengawan Solo sebagai upaya menekan kerugian masyarakat. Seperti disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Eko Susanto.
Pembentukan desa tangguh bencana banjir Bengawan Solo sebagai upaya menekan kerugian masyarakat. Seperti disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Eko Susanto.
Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu sangat berdampak bagi warga. Pun membuat beberapa OPD mengulurkan tangan memberikan bantuan bagi korban banjir di wilayah Kota Ledre.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro beberapa hari lalu, tidak hanya menyebabkan lahan pertanian terendam, tapi juga kolam ikan milik warga di 3 kecamatan terkena dampaknya, sehingga mereka rugi.
Musim hujan dapat dipastikan Bengawan Solo akan meluap. Seperti tanggal 5 hingga 10 Maret 2019 sempat mencapai Siaga Kuning. 9 dari 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro sebagian wilayahnya terendam. Total 48 desa.
Bencana banjir yang melanda di Kabupaten Bojonegoro, beberapa hari lalu telah menyebabkan kerusakan di berbagai sektor. Mulai infrastruktur jalan rumah warga, persawahan, hingga peternakan warga. Diperkirakan, total kerugian dampak akibat bencana banjir tersebut mencapai Rp1.893.500.000 miliar.
Akibat debit air bengawan solo naik dan sempat membanjiri beberapa wilayah yang ada di bantaran sungai, membuat aktivitas warga kampung nelayang di Dukuh Kendal, Desa Kabalan, Kecamatan Kanor yang sehari-hari mencari ikan sempat terhenti.
Aliran sungai Bengawan Solo yang berstatus siaga kuning sejak Selasa (5/3/2019) lalu rupanya menjadikan aktivitas mencari ikan para warga kampung nelayan yang berada di Dukuh Kendal, Desa Kabalan, Kecamatan Kanor terhenti.
Tidak terbayang oleh Imam Maliki (51) warga Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, kebun blimbing miliknya begitu ramai sekarang. Bahkan, disaat air Bengawan Solo meluap, pengunjung tetap semarak.
Banjir yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Bojonegoro, ada hewan ternak tidak ada yang diungsikan. Namun biasanya kondisi hewan ternak mengalami stres dan kurang nafsu makan.
Hujan yang lebat di Kabupaten Bojonegoro Menyembabkan beberapa wilayah banjir.