Bojonegoro Siaga Banjir
Masih Siaga, Debit Bengawan Solo Cenderung Turun
Mulai dini hari, Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro mulai menunjukkan tren turun. Meski begitu kondisi saat ini masih siaga kuning atau II.
Mulai dini hari, Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro mulai menunjukkan tren turun. Meski begitu kondisi saat ini masih siaga kuning atau II.
Luapan air Bengawan Solo yang menggenangi rumah warga Desa Ngulanan dan Ngablak Kecamatan Dander, tak membuat warga khawatir. Pasalnya dua desa tersebut sudah menjadi langganan banjir karena dekat dengan bengawan solo.
Air yang membanjiri kawasan Agrowisata Kebun Belimbing, Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, akibat Bengawan Solo meluap, tak mengganggung aktivitas yang ada di wisata tersebut.
Warga RT.07/RW.02, Lorong II, Kelurahan Ledok Wetan, Kota Bojonegoro tengah siaga. Sebab luapan air dari Bengawan Solo telah masuk kedalam rumah mereka hingga setinggi lutut orang dewasa.
Hingga pukul 10.00 Wib, Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro terus mengalami kenaikan. Bahkan alaram penanda siaga banjir sudah berbunyi kecang di dekat Taman Benganwan Solo (TBS) utara Kota Bojonegoro.
Saat ini kondisi Sungai Bengawan Solo masuk siaga II, hal itu perlu diwaspadai oleh semua pihak, terutama warga yang ada di bantaran sungai terpanjang di pulau jawa itu. Sebab saat ini, air sudah meluber kepemukiman warga, seperti yang terpantau di Ledok Wetan Kota Bojonegoro.
Meski padi milik petani yang terendam air akibat luapan kali pacal belum terlihat dampaknya, namun apabila padi terendam secara terus menerus bisa mempengaruhi kualitas hasil saat panen.
Banjir akibat luapan kali pacal membuat ratusan hektar area persawahan di wilayah Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro terendam.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, memberlakukan siaga dua. Tinggi muka air pagi ini pukul 06.00 WIB mencapai ketinggian 14.48 pheilschall.
Pendidikan karakter menjadikan siswa-siswi di sekolah lebih kompeten di segala bidang sehingga untuk mengembangkan sekolah Adiwiyata di Kabupaten Bojonegoro, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TROPIS Indonesia yang didukung ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) menggelar lokakarya.