Hari Ini BPBD Dopping Air Bersih ke Kecamatan Ngraho
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, kembali memberikan dropping air bersih untuk Kecamatan Ngraho.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, kembali memberikan dropping air bersih untuk Kecamatan Ngraho.
Memasuki musim kemarau, pasokan air bersih ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro berkurang. Namun berkurangnya air dari sumber tersebut tidak banyak berpengaruh terhadap pelayanan konsumen.
Jika di sebagian wilayah Bojonegoro lain mengalami kekeringan akibat kemarau, hal itu tidak terjadi di Desa Kunci, Kecamatan Dander. Sebab, terdapat sumber air yang masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Sejumlah daerah kini memasuki musim kemarau, tidak terkecuali Kabupaten Bojonegoro yang akibatnya sejumlah desa mengalami krisis air bersih. Oleh Karena itu, Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mendata sebanyak 15 kecamatan darurat kekeringan. Dari data itu, tercatat sekitar 25.019 kepala keluarga (KK) kekurangan air.
Krisis air bersih mulai dirasakan oleh warga Bojonegoro di sejumlah desa akibat dampak musim kemarau saat ini. Oleh karenanya beberapa desa mulai meminta pingiriman air bersih kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Ratusan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro, utamanya di wilayah Baureno hari ini terganggu mendapatkan air bersih. Sebab saat ini ada pengurasan bak prasedimentasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, memberikan bantuan air bersih, di Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo. Minggu (17/9/2017).
Hampir setiap tahun saat musim kemarau tiba, dua dusun yaitu Jeglokan dan Dusun/Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro selalu mengalami kesulitan air bersih.
Ratusan Warga yang berada di Dusun/Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, ramai-ramai mengantre pembagian bantuan air bersih dari Polres Bojonegoro, (16/9/2017).
Meski di sejumlah wilayah di Kecamatan kedungadem, Bojonegoro tejadi kekeringan dan mulai kesulitan air, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro belum menerima terkait permintaan pendistribusian air bersih.