Hari AIDS Sedunia, Ketahui Apakah Kita Beresiko
Hari AIDS Sedunia tahun ini masuk ke usia 30 pada tahun ini, sejak pertama kali diperingati pada 1 Desember 1998.
Hari AIDS Sedunia tahun ini masuk ke usia 30 pada tahun ini, sejak pertama kali diperingati pada 1 Desember 1998.
Setelah selesai melakukan sarasehan dalam rangka Hari Aids sedunia, yang dihadiri oleh Dr. Whenny Dyah Prajanti dari Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Sally Atyasasmi selaku Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, serta dihadiri pula puluhan mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri di halaman gedung DPRD, Sabtu (1/12/2018) sore.
Dalam rangka menyemarakkan Hari Aids Sedunia (HAS) tahun 2018, berbagai acara akan diselenggarakan di Kabupaten Bojonegoro. Namun untuk kegiatan yang diperingati 1 Desember, Pita Merah mengadakan workshop kesehatan 'ODHA BERDAYA' di gedung dakwah komplek masjid At-taqwa PDM Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (1/12/2018), agar para ODHA di Kota Ledre semakin berdaya.
Hingga saat ini, di Bojonegoro tercatat 85 orang terkena HIV bahkan AIDS. Di sisi lain, stigma negatif dari masyarakat seringkali menjadi momok tersendiri bagi Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Terkait hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Whenny Dyah Prajanti mengimbau masyarakat tidak berpikir negatif terhadap ODHA.
Penderita Human Immmuno Deficiency (HIV) dan Acquired Imunode Ficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Bojonegoro terbilang masih tinggi. Terbukti hingga Agustus 2018 ini tercatat ada 85 orang positif virus mematikan itu.
Wilayah timur Kabupaten Bojonegoro siang kemarin, Selasa (7/8/2019) diguncang isu yang menghebohkan.Adanya pesan singkat yang dikirim ke banyak kontak (broadcast) melalui WhatsApp dengan menginformasikan bahwa, ada dokter palsu yang menyebarkan virus Aids dengan cara mengambil sample darah di salah satu SDN di Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro sangat cepat menyebar.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) di Kabupaten Bojonegoro, Pita Merah membagikan bingkisan Lebaran kepada mereka dengan langsung mendatangi rumah masing-masing, Jumat (1/6/2018). Selain ODHA, lembaga yang konsen peduli HIV itu juga memberikan kepada ADHA (Anak Dengan HIV-AIDS).
Penyebaran human immunodeficiency virus (HIV/AIDS) di Kecamatan Bubulan masih saja terjadi. Buktinya, tahun 2018 ini masih 4 orang terjangkit HIV/AIDS.
Penyakit HIV-AIDS menjadi permasalahan tersendiri di Kabupaten Bojonegoro, karena masyarakat kota ledre yang terinvesksi penyakit tersebut tergolong masih tinggi. Sebenarnya, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sendiri sudah menutup 3 tempat lokalisasi, yaitu Kalisari di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Eks Pasar hewan Banjarejo, Kecamatan Kota dan Desa Semawot, Kecamatan Sukosewu, untuk mengurangi angka penderita.
Setelah tempat lokalisasi di Kabupaten Bojonegoro ditutup, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ledre kesulitan untuk memonitor penyebab penularan virus HIV-Aids. Pasalnya, dengan ditutupnya tempat Lokalisasi tersebut bukan malah menjadikan prostitusi di Bojonegoro menghilang, tetapi malah berpindah-pindah atau berpencar.