Setelah kemarin tiba di Bojonegoro dan melakukan kunjungan di berbagai tempat mulai dari Ponpes Attanwir Talun, Kantor PC NU dan juga bertemu bupati Bojonegoro, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Pratikno, pagi ini mengadakan pertemuan dengan kepala desa wilayah barat Bojonegoro seperti kades di Kecamatan Tambakrejo hingga Ngraho, Selasa (20/11/2018).
Hujan yang beberapa kali mengguyur wilayah Bojonegoro bisa dipastikan bahwa masa tanam setelah kemarau akan tiba, tentu kebutuhan akan pupuk para petani meningkat.
Secara historis Kelahiran Muhammadiyah 106 tahun yang lalu tidak lain kerena diilhami, dimotivasi dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al Qur’an. Dan apa yang digerakkan oleh Muhammadiyah tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam dalam kehidupan riil dan konkrit. Gerakan Muhammadiyah senantiasa diarahkan untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riil, konkrit dan nyata, yang dapat dihayati, dirasakan dan dinikmati oleh umat sebagai rahmatan lil alamin (memberikan rahmat bagi seluruh alam “seluruh kehidupanâ€). Dari siniliah maka seluruh gerakan Muhammadiyah di negeri ini, tidak lain adalah sebagai bentuk pengabdian keTuhanan, keUmatan, keBangsaan, dan keIndonesiaan). Komitmen inilah yang juga dalam perspektif Muhammadiyah, hanya dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas umat, kualitas masyarakat Indonesia, tanpa melepas karakter, nilai-nilai, dan budaya bangsa pada makna subtantifnya, bukan simbolnya.
Beberapa madrasah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro divisitasi serta diakreditasi secara langsung oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN). Ternyata, tak semua madrasah mendapat nilai memuaskan, tercatat 8 madrasah mendapat nilai C. Akibatnya, madrasah yang mendapat nilai tersebut terancam tidak bisa menggelar ujian nasional secara mandiri.
Kisah Nabi Muhammad tidak mungkin dilupakan umat Islam. Peranan Muhammad sebagai agen of change akan terus diteladani dan diinternalisasi oleh penganutnya. Hingga setiap 12 Rabiul Awal selalu diperingati sebagai kelahiran sosok yang membentuk hati dan pola pikir umat islam.
Puluhan sekolah madrasah di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro yang melakukan akreditasi di tahun 2018 ini jumlahnya ada sebanyak 185 lembaga.
Penahanan terhadap Kepala Desa (Kades) Sukosewu, diakui belum diketahui oleh Camat Sukosewu. Hingga kini Sabtu (17/11/2018) ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan terkait penahanan Kades yang diduga tersangkut penggelapan Dana Desa (DD) tersebut.
Meskipun Kepala Desa (Kades) Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, WP sudah ditahan Polres Bojonegoro kasus tindak korupsi, namun pihak kepolisian belum bisa memastikan jumlah kerugian akibat perbuatan WP.
Tahun 2018 ini ratusan Madrasah Diniyah (Madin) di Bojonegoro bakal mendapatkan dana dari program Bantuan Penyelenggara Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS), Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, untuk kesejahteran guru dan murid Madin.