Skip to main content

Category : Tag: A


Ketersediaan Hewan Kurban di Bojonegoro Capai 55.576 Ekor

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro mencatat ketersediaan hewan ternak untuk kurban pada hari raya Iduladha mencapai 55.576 ekor. Jumlah tersebut, meliputi sepi, kambing, dan domba.

Bertahun-tahun Mati Suri, Taman Rajekwesi Bojonegoro Bakal Direvitalisasi

Setelah bertahun-tahun mati suri dan sepi pengunjung, Taman Rajekwesi yang berada di Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro bakal direvitalisasi. Eks Terminal Rajekwesi yang disulap menjadi taman ini, dinilai memiliki potensi untuk digunakan sebagai ruang publik yang produktif.

Ahmad Naufal: Santri, Siswa, dan Sang Juara

Ahmad Naufal Al-Fathoni adalah siswa kelas 8A di MTs Negeri 3 Bojonegoro. Naufal, begitu ia akrab disapa, lahir di tanah Angling Dharma dan akan genap berusia 15 tahun pada 1 Juli mendatang.

Dorong Digital Enterpreneur, Dosen UNUGIRI Berdayakan E-CoDigiMark pada Kader IPNU-IPPNU Bojonegoro

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, Nilna Indriana dan Mas Tajuddin Ahmad, melakukan pemberdayaan ekonomi berbasis E-Commerce Digital Marketing (E-CoDigimark) di kalangan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Bojonegoro. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Supramu Suprapto, Gedung Fakultas Syariah dan Adab (FSA), Kampus Unugiri, pada Senin (5/5/2025).

Pembinaan dan UKT UKM Pagar Nusa UNUGIRI Berlangsung Penuh Khidmat dan Semangat

Dalam upaya membentuk kader yang kuat secara fisik, matang dalam organisasi, serta kokoh dalam nilai-nilai keaswajaan, UKM Pencak Silat Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Atlet dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pada Sabtu–Minggu, 3–4 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kampus UNUGIRI dan diikuti oleh anggota aktif serta calon anggota baru dengan antusiasme yang tinggi.

RA. Kartini, Ki Hajar Dewantara dan Literasi

Raden Ajeng Kartini lahir di Mayong Jepara, pada 21 April 1879. Ayahnya Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat adalah seorang bupati di Jepara. Kartini dikenal sebagai pribadi yang supel, menghormati orangtua, dan berjiwa sosial. Sebagai keturunan bangsawan tidak membuatnya merasa sombong dan membeda-bedakan status sosial. Kartini berteman baik dengan siapapun. Kartini juga sangat menghormati orang tua. Ada gejolak di dalam hati saat ia harus menjalani pingitan. Namun, berbekal rasa hormat dan patuhnya terhadap keluarga dan tradisi, beliau tetap mengikuti aturan tersebut. Demikian juga ketika sang ibu, Ngasirah, menolak mentah-mentah pemikiran Kartini untuk mengubah nasib perempuan. Hubungan antar ibu dan anak itu pun sempat renggang. Meskipun timbul rasa kecewa, perlahan RA Kartini kembali memperbaiki hubungan dengan sang ibu, seperti dituturkan Salsabila Nanda.