Kafilah Bojonegoro Optimis Berprestasi di Ajang MTQ XXX Jawa Timur
Kafilah asal Kabupaten Bojonegoro optimis dan siap berkompetisi di Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke XXX tingkat Provinsi Jawa Timur 2023.
Kafilah asal Kabupaten Bojonegoro optimis dan siap berkompetisi di Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke XXX tingkat Provinsi Jawa Timur 2023.
Suasana yang sejuk saat memasuki kawasan yang disebut Sendang Sampang, letaknya berada di Dukuh Sampang, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Pohon besar dengan akar yang menjulang, sangat jelas menunjukkan betapa tuanya usia kawasan tersebut.
Warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menggelar semarak bersih dusun, Jumat (29/9/2023). Kegiatan tersebut, melibatkan semua unsur-unsur dari kalangan masyarakat, baik dari pemuda-pemudi, maupun para tokoh masyarakat, tokoh agama.
Menurut legenda bahwa nama Bumirejo diambil dari Istilah bahasa Jawa, bahwa Bumi yang berarti sebuah tanah atau tempat tinggal bagi masyarakat, sedangkan Rejo diartikan tempat keramaian, sehingga bisa disimpulkan sejak dahulu kala memang Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro telah digunakan sebagai muara perdagangan atau bisa dikatakan jalur perdagangan.
Dari waktu ke waktu, suatu periodesasi selalu berganti pejabat serta kebijakan, para pemerintah baik itu tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kabupaten atau kota sampai tingkat desa. Meskipun ada yang lima tahun semisal dari presiden sampai bupati dan walikota, akan tetapi untuk Pemerintahan Desa memiliki masa jabatan satu periode itu selama 6 tahun oleh karena itu setiap desa pasti ganti dari jaman penjajahan hingga kini di masa orde reformasi, begitupula dengan Kepala Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro selalu berganti dari masa ke masa.
Setiap tahun tepat pada bulan Robbiul awal umat muslim Indonesia selalu memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara tergantung budaya setiap daerah di Indonesia.
Konon pada zaman dahulu kala sebelum kemerdekaan di masa penjajahan Belanda bahkan dimasa-masa Kerajaan, Desa Sumberarum ini bernama Pirang yang tergabung antara 2 desa yaitu Desa Kunci dan Desa Sumberarum itu sendiri. Kemudian pergantian nama Desa Sumberarum ini di masa Adipati Reksokusuma.
Mayoritas desa di dalam Kabupaten Bojonegoro memiliki dukuh yang lebih dari dua dukuh. Salah satunya berada pada Desa Buntalan, yaitu Dukuh Sampang dan Dukuh Buntalan, menurut sumber dari salah satu tokoh yang bergabung pada pemerintahan Bojonegoro Mbah Supangat mengungkapkan bahwa dikarenakan Dukuh Buntalan lebih tua dari pada Dukuh Sampang sehingga dipergunakan sebagai nama desa. Dalam sejarah dukuh berarti rukun warga ( RW), akan tetapi masyarakat tetap menggunakan kata dukuh dalam suatu wilayah desa.
Mbah Kobot salah satu sesepuh yang berjasa membuka cakrawala berpikir bagi warga Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Pagelaran Ludruk Angling Dharma berjudul "Pendekar Lor Kali" (Sarip Tambak Oso) disambut antusias oleh sejumlah penonton yang hadir, pada Jum'at (8/9/2023). Tak ayal, ribuan penonton dari mulai kalangan anak muda, orang dewasa, tokoh masyarakat hingga akademisi merasa sangat puas dengan penampilan Ludruk asal Kabupaten Bojonegoro yang diramu Seniman Senior Desa Sugihwaras Pak Yantok Munyuk sapaan akrabnya Suyanto.