Seni oklik yang diikuti dari 3 Kabupaten pada Expo di Ponpes Al Rosyid, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, secara keseluruhan mendapat tanggapan beragam dan positif dari peserta. Mulai dari hanya ajang kumpul hingga menyalurkan kreativitas.
Aspirasi Para Lora dan Gus atau biasa dikenal dengan sebutan Asparagus, yang mana merupakan sebuah komunitas atau wadah bagi para Gus dan Lora Jawa Timur untuk tetap menjalin silaturahmi. Ada sekitar 500 Pesantren Se-Jawa Timur yang telah tergabung di Asparagus.
Acara peringatan sedekah bumi warga Desa/Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro (6/7/2018), tidak hanya menarik perhatian warga sekitar. Namun banyak juga penjual yang menggelar lapaknya, seperti penjual replika wayang serta penjual makanan dan minuman.
Sedekah Bumi, merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT dan bukti nyata gotong royong warga masyarakat. Dua nilai yang terkandung di dalam sedekah bumi ini yang harus selalu dilestarikan dan ditata sebaik mungkin, karena memiliki kekuatan religius dan pancasila.
Banyak cara dilakukan untuk menjalin perbedaan yang sudah ada, termasuk menyatukan keberagamaan umat beragama. Sehingga sebagai upaya menanamkan kerukunan pada pemuda, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bojonegoro mengadakan kemah lintas iman.
Setelah beberapa waktu lalu Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) sukses mengadakan kirab koin NU peduli. Sehingga lembaga NU yang menangani harta warga Nahdliyin menggelar halal bi halal Lazisnu se-Jawa Timur yang berlangsung di MWC NU Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (1/7/2018).
Pria ini lahir di Klaten, Jawa Tengah pada 19 November 1981. Ia lulusan S-1 FKIP, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ia mengawali karier sebagai copyeditor pada perusahaan penerbitan buku. Pengalaman sebagai copyeditor menginspirasi pria ini untuk menulis buku, baik buku ajar maupun buku umum. Hingga saat ini ia masih aktif sebagai copyeditor dan penulis.
Dalam 28 tahun pengabdiannya di TNI, putera pertama dari prof. Sumitro Djojohadikusumo ini telah berhasil menorehkan banyak prestasi. Diantaranya, ia adalah perwira Tentara Nasional indonesia (TNI) di masanya yang paling banyak memimpin operasi militer di indonesia, terutama di Timor dan Papua. Pada tahun 1996, ia memimpin sendiri operasi pembebasan sendera di Mapenduma, Papua, yang berhasil membebaskan 26 orang sandera, diantaranya ada 8 orang warga negara asing. Ia juga menjadikan indonesia negara Asia Tenggara pertama yang mengibarkan bendera di puncak gunung Everest. Selain itu, ia pernah memimpin batalyon terbaik, yaitu Batalyon Infantri 328 (sekarang Batalyon Infantri Para Raider 328).
Buku yang berjudul Menyingkap Rahasia Pacaran ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran setiap pembaca sehubungan dengan pacaran yang telah menjadi sesuatu yang “luar biasa”.