Skip to main content

Category : Religi, Sastra & Budaya


Inilah Agenda HJB ke-342

Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) yang jatuh setiap tanggal 20 Oktober, selalu diperingati dengan beragam agenda setiap tahunnya.

2020, Kemenag Bojonegoro Ajukan Tambahan Buku Nikah

Banyaknya angka pernikahan di Kabupaten Bojonegoro, membutuhkan persedian stok buku nikah begitu banyak, sehingga Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, mengajukan tambahan buku nikah untuk tahun 2020 mendatang.

Tambahan 400 Buku Nikah, Stok Dipastikan Aman

Persediaan buku nikah di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro, sempat menipis. Dengan kondisi tersebut, Kemenag meminta tambahan buku nikah ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jatim.

Karnaval Desa Tejo, 14 Regu Tampilkan Aksi Menawan

Menjadi salah satu dari sekian banyak rangkaian Hari Jadi Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Karnaval mampu tarik perhatian ribuan masyarakat yang hadir menonton secara langsung di rute jalan yang dilewati.

Jaga Tradisi, Warga Ngrowo Gelar Sedekah Bumi

Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau Jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun. Tradisi tersebut sudah menjadi salah satu bagian dari masyarakat yang sangat lekat dengan budaya Jawa.

Haul Kiai Hasannadji ke-30

Ziarah Kubur, Tahlil dan Bersholawat Bersama Ridlwan Asyfi

- Selain khotmil qur'an bin nadzor, beberapa kegiatan sudah diagendakan panitia haul Kiai Hasannadji ke-30, termasuk ziarah kubur dan tahlil di makbaroh, Rabu (2/10/2019) pagi. Bahkan rencananya malam harinya diisi sholawat bersama Ridlwan Asyfi feat Fatihah Indonesia di halaman Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin (YPPRT) Balen, Bojonegoro.

Khotmil Qur'an Awali Haul Mbah Hasannadji ke-30

Beberapa kegiatan diadakan dalam rangka Haul Kiai Hasannadji ke-30, pendiri Yayasan Pondok Pesantren Rodlotut Tholibin (YPPRT) Balen, Bojonegoro. Termasuk khotmil qur'an bin nadzor mengawali rangkaian acara Ponpes tertua di Kecamatan Balen itu.

Terbit Novel Berlatar Desa Daerah Migas

Setelah mengendap hampir empat tahun akhirnya novel berjudul "Kembali ke Desa" terbit. Novel yang ditulis mantan wartawan Bojonegoro ini mulai ditulis sejak tahun 2012 dengan riset di desa-desa yang masuk kawasan terdampak proyek minyak dan gas bumi (Migas).