Skip to main content

Category : Tag: Un


609,4 Kg Sampah Terkumpul, Warga Sudu Mulai Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Sebanyak 609,4 kilogram sampah terpilah terkumpul dalam setoran perdana Bank Sampah Berkah di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Capaian tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah sekaligus melihatnya sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Hadapi Kekeringan dan Banjir, Warga Bobol Dorong Gerakan Tanam Pohon

Warga Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, meminta workshop perubahan iklim tidak berhenti pada diskusi dan penyampaian materi. Mereka mendorong adanya tindak lanjut nyata, salah satunya penyediaan bibit dan gerakan penanaman pohon untuk menghadapi persoalan kekeringan, longsor, banjir bandang, hingga kerusakan lingkungan.

Esai Foto

Senyum Mbah Muji dan Stimulan Mandiri Ekonomi Lewat Ayam Penambah Gizi

Berkolaborasi dengan Pemkab Bojonegoro, Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT Pertamina EP Cepu (PEPC), menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) secara terukur dan tepat sasaran. Salah satunya melalui Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI).

Lagi..! 76 ASN Pemkab Bojonegoro Pensiun

76 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menerima Surat Keputusan (SK) Pensiun untuk periode Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Oktober, 1 November, dan 1 Desember 2026. Kegiatan tersebut digelar Rabu (23/9/2026) di Pendopo Malowopati, kompleks kantor Pemkab Bojonegoro.

Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Perda KLA, Dorong Kebijakan Terintegrasi

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong keterlibatan lintas sektor dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak. Langkah tersebut diperkuat melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bojonegoro Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA).

Karangsono Dorong Perdes Pencegahan Perkawinan Anak, Bidik Nol Kasus

Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, mulai menyiapkan regulasi khusus untuk memperkuat pencegahan perkawinan anak. Melalui workshop penyusunan Peraturan Desa (Perdes), pemerintah desa bersama masyarakat menargetkan terwujudnya Desa Karangsono dengan nol kasus perkawinan anak.