1 Abad NU
Puluhan Ribu Jamaah NU Tumpah Ruah di Stadion Gajayana
Sejak kemarin malam, secara bergelombang puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) mulai bergeser ke lokasi utama acara Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur.
Sejak kemarin malam, secara bergelombang puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) mulai bergeser ke lokasi utama acara Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur.
Puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026), dalam Mujahadah Kubro puncak peringatan 1 Abad NU. Lautan jamaah berpakaian putih memenuhi tribun hingga lapangan stadion mengikuti doa bersama dan lantunan sholawat meski sempat diguyur gerimis.
Sore nanti, jamaah dari PCNU se Jawa Timur akan mulai menuju ke Mujahadah Kubro dalam rangkaian harlah 1 Abad NU di GOR Gajayana, Malang. Dari total peserta atau jamaah NU dari seluruh Jawa Timur data yang masuk sekitar 77.541. Informasi tersebut sesuai rekapitulasi penitia induk dari PWNU Jawa Timur.
Satu hari sebelum keberangkatan ke Mujahadah Kubro dalam rangka 1 Abad NU di GOR Gajayana, Malang, peserta dari seluruh Jawa Timur ada sekitar 77.541 jamaah.
Proliga 2026 Putaran 2 Seri Malang digelar di GOR Ken Arok, mulai Kamis (5/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Pelaksanaan pada dua hari belakang atau Sabtu-Minggu, dipastikan jalanan di Kota Malang akan begitu macet total.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro hari ini menggelar ziarah muassis dan ulama NU, Selasa (3/2/2026).
Rombongan puluhan bus, elf dan mobil pribadi berjajar di parkiran pesarean Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura, Minggu (1/2/2026).
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro merilis daftar lokasi makam muassis dan ulama NU yang diziarahi dalam rangka peringatan 1 Abad Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Ziarah tersebut dilaksanakan secara serentak pada Selasa, 3 Februari 2026.
Seratusan peserta ziarah wali Jawa Timur hari ini mengikuti rombongan Jamiyyah Taman Sholaya Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (1/2/2026).
Manusia sebagai makhluk sosial, terkadang butuh hiburan dengan cara guyonan atau bercanda dengan sesamanya. Islam membawa ajaran yang tawasuth dan rahmatan Lil alamin, bukan agama yang kaku. Agama juga mengakomodir hal-hal yang sifatnya sepele, tetapi manusiawi. Termasuk dalam permasalahan guyon atau bercanda.