Hari Santri Nasional 2025
Inilah Rangkaian Hari Santri Nasional di PCNU Bojonegoro
Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar PCNU Bojonegoro bersama Banom begitu semarak. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya ada 18 kegiatan.
Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar PCNU Bojonegoro bersama Banom begitu semarak. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya ada 18 kegiatan.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), berikut naskah ikrar Hari Santri yang dibaca saat upacara, apel, atau acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di tanggal 22 Oktober.
Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025, PCNU Bojonegoro menggelar rangkaian acara, salah satunya Khotmil Qur'an bin Nadhor dan Istighosah. Kegiatan berlangsung di kantor PCNU Bojonegoro, Jalan Raya A. Yani, Kota Bojonegoro, Selasa (21/10/2025). Acara berlangsung mulai pagi hingga sore hari.
Sebagai rangkaian Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ngraho periode 2025-2027, ada sesi inspiratif Talkshow Capacity Building bertema "Mencari Jati Diri di Era Digital" kemarin.
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Ngraho resmi mengukuhkan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2025-2027.
Ratusan kiai dan ustadz dari PCNU Bojonegoro serta perwakilan alumni 30 Pondok Pesantren (Ponpes) se Indonesia yang ada di Bojonegoro, menuntut agar mencabut izin Trans7.
Sekitar 450 kiai dan ustadz dari PCNU Bojonegoro serta perwakilan alumni 30 Pondok Pesantren (Ponpes) se Indonesia yang ada di Bojonegoro, menggelar doa bersama bela kiai. Hal itu menyusul perlakuan mengiris hati kalangan pesantren oleh Trans7.
Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASALl) Cabang Bojonegoro menyampaikan kecaman keras terhadap program “Xpose Uncensored†yang ditayangkan oleh Trans7 pada 13 Oktober 2025. Tayangan tersebut dinilai menyudutkan, merendahkan, dan bernada pelecehan terhadap dunia pesantren serta para kiai, khususnya Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH. M. Anwar Manshur.
Suatu malam di lini masa X (Twitter), sebuah tagar mendadak meledak dan menyalip tren hiburan: #BoikotTrans7. Awalnya saya kira cuma tagar biasa -mungkin karena artis salah bicara atau gosip infotainment. Tapi setelah saya telusuri, ternyata ini bukan perkara selebritas, melainkan perkara marwah pesantren. Ya, sebuah program berjudul Xpose Uncensored di Trans7 menampilkan potongan tayangan yang menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo dan beberapa pesantren lain.
Tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai melecehkan pesantren dan tokoh-tokoh yang dimuliakan kalangan Hahdliyin, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan akan menempuh jalur hukum.