Skip to main content

Category : Tag: Uang


Biadap..! Bayi Dibuang di Rumah Warga Sembung

Bayi Diperkirakan Lahir Normal dengan Berat Sekitar 3 Kilogram

Sosok bayi yang sudah tidak bernyawa ditemukan di Gang Somad, Desa Sembung, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Bayi yang terlihat dibungkus kantong plastik hitam dan ungu itu tampak dalam posisi tengkurap dengan darah yang masih menempel di tubuhnya.

Pencipta Lagu Darah Juang dan Kenangannya pada Bojonegoro

Nama John Tobing tentu akrab di telinga aktivis mahasiswa. Atau jika tidak mengenal nama itu, setidaknya mengenal lagu Darah Juang. Lagu itu sering dinyanyikan saat turun ke jalan meggelar demonstrasi. Ya, John Tobing adalah pencipta lagu “wajib” bagi aktivis mahasiswa era 1990 an hingga sekarang.

Pencuri Uang Tetangga Rp.31 Juta Dibekuk Polisi

Gara-gara mencuri uang dan tiga buah ponsel di rumah tetangganya, RK (35) warga Dusun Tempuran Desa Sumodikaran Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro harus berurusan dengan pihak berwajib.

Pemprov Kalbar Terkesan dengan Pengentasan Kemiskinan Bojonegoro

Saaat berkunjung ke Bojonegoro, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, Ir Anggraito mengaku terkesan dengan Pemkab Kota Ledre yang dinilai sukses mengentaskan kemiskinan di wilayahnya, Rabu (13/9/2017). Karena kesuksesan itu pula, pihaknya melakukan kunjungan kerja (Kunker) kali ini.

Geger Penemuan Bayi Ditinggal di Depan Rumah

Bayi Langsung Diadopsi Warga

Bayi yang ditemukan menangis sendirian di depan rumah warga Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno dini hari, Selasa (29/8/2017), saat ini diadopsi oleh warga yang ditinggal di desa setempat.

Warga Ngemplak Geger Temukan Bayi di Depan Rumah

Sesosok bayi ditemukan menangis sendirian di depan rumah warga Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dini hari, Selasa (29/8/2017). Bayi berparas cantik dengan tubuh mungil itu diduga sengaja ditinggalkan oleh orang tua kandungnya saat warga tengah tertidur lelap.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (23)

Pertempuran Penghabisan Letda Soetjipto

Pagi setelah waktu Subuh, 23 Februari 1949, pasukan Letda Soetjipto yang sedang beristirahat di rumah Sadir, seorang tokoh masyarakat di Senori dikejutkan dengan informasi: pasukan Belanda sudah masuk wilayah Kecamatan Senori dengan personil dan senjata lengkap.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (3)

Tuban Dikuasai Musuh Kepemerintahan Diserahkan Militer

Sebagai pintu masuk pendaratan Agresi Militer Belanda ke-II melalui jalur laut, pusat kota yang berjarak hanya 30 kilometer di sisi timur Pantai Glondongede, Tambakboyo, dengan cepat dikuasai pasukan kompeni. Pusat pemerintahan Tuban sempat dipindah beberapa kali demi menjaga kedaulatan dan kemerdekaan.

Serpihan Agresi Militer II di Tuban-Bojonegoro (1)

Pengintai Kapal Belanda di Tuban

Pantai Glondonggede berjarak sekitar 30 kilometer di sisi barat pusat pemerintahan Kabupaten Tuban, dan masuk wilayah administratif Wedana Tambakboyo (sekarang Kecamatan Tambakboyo). Bentang pantai yang cukup panjang dengan kondisi yang relatif sepi dibanding pantai yang berada di pusat kota, lebih memungkinkan pasukan marinir Belanda mendarat tanpa mendapat gangguan dari pasukan gerilya.