Dosen Unugiri Dampingi Guru PAI Matsiba dalam Penerapan TPCK dan Branding Pembelajaran Digital
Kepala MTs Islamiyah Unggulan Balen Moh. Muhtadin, Beri Sambutan pada Kegiatan PkM Unugiri.

Pengirim: Wilda Khoirun Nadhiva*

blokBojonegoro.com - Agar guru PAI cakap menguasai Technological Pedagogical Content Knowledge (TPCK) hingga membuat pembelajaran menarik, Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unugiri melakukan pendampingan Jumat (13/02/26) di ruang guru MTs Islamiyah Unggulan Balen (Matsiba).

Hadir dalam kegiatan PKM Unugiri Ketua Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Balen (YPPRT) H. Hizbulloh, Kepala Matsiba Moh. Muhtadin, Tim Dosen PkM Unugiri Saeful Anwar, Siti Khoiriyah, Usman Roin beserta mahasiswa, kemudian bapak dan ibu guru PAI.

Mewakili Tim PkM Unugiri, Saeful Anwar mengatakan bila terdapat tantangan yang dihadapi dunia pendidikan Islam, utamanya bagaimana mengenalkan nilai lebih keberadaan madrasah pada masyarakat.

“Daya tahan lembaga pendidikan di bawah Ma'arif menjadi keniscayaan atas berbagai tantangan,” tagasnya.

Saeful juga menambah, bila digitalisasi, perubahan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan deep learning, mau tidak mau kudu dijawab oleh stakeholder madrasah.

Semantara Kepala Matsiba Moh. Muhtadin, menyampaikan bila forum ini tepat sekali untuk mencari ilmu dan menambah pengetahuan. Karenanya, ia menyampaikan terima kasih kepada Tim PkM Unugiri atas kesedian sharing perihal TPCK guna mendukung implementasi KBC.

“Ini kali kedua guru kami diberi materi, tepatnya 2024 dalam media pembelajaran digital kami hadirkan dosen Unugiri,” ungkapnya.

Muhtadin juga menambah, bila di kelas Matsiba sarana Smart TV sudah tersedia sebagai upaya memfasilitasi bapak dan ibu guru menyampaikan materi dan presentasi.

“Untuk presentasi, penyampaian materi pembelajaran bisa,” imbuhnya.

Branding Digital PAI Lebih Menarik

Pemateri PkM Unugiri Siti Khoiriyah, menyampaikan bila tujuan dari TPCK adalah membuat branding digital PAI lebih menarik. Selain itu, juga membuat pembelajaran PAI kaya makna, menyentuh hati, dan membentuk karakter.

Secara gamblang, Riya panggilan akrab Siti Khoiriyah juga menjelaskan secara rinci perihal TPCK, kemudian integrasinya dalam pembelajaran PAI, bentuk desain dalam KBC serta pondasinya yang perlu diperhatikan oleh guru sebagai pendidik.

Adapun Usman Roin, dalam materinya menunjukkan secara konkrit bagaimana bila guru Mapel PAI perlu melakukan branding keberhasilan dan kreativitas pembelajaran via digital melalui keterampilan menulis. Selanjutnya tulisan tersebut, bisa dipublish melalui blog pribadi, website madrasah, hingga diluaskan melalui kanal media massa cetak maupun online.

Di hadapan peserta guru dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Usman juga menunjukan pengalaman masa lalu kala menjadi guru SMP di Kota Semarang. Bersama tiga guru dengan mapel yang berbeda, ia mampu kemas pengalaman pembelajaran yang dimiliki, menjadi karya tulis yang tersebar luas di media massa cetak maupun online hingga terbukukan.

“Saya guru TIK, kemudian guru Biologi dan guru Bahasa Jawa, mampu menunjukkan pengalaman mengajar dikemas apik dalam tulisan. Sehingga diri dan lembaga kami terbranding,” paparnya sambil menunjukkan buku antologi karya bertiga.

Terhadap kegiatan PkM, Ketua YPPRT Balen H. Hizbulloh menyampaikan terima kasih kepada Tim PkM Unugiri. Baginya, kegiatan tersebut yang telah memberi sentuhan kepada guru dan perwakilan peserta didik bila keterampilan menulis itu penting untuk branding diri dan lembaga di era digital.

Beliau juga menambah, di era informasi yang tak terbendung akan berkomitmen menindaklanjuti keberadaan teknologi, untuk dioptimalkan fungsinya mengemas pengalaman hingga kreativitas pembelajaran PAI via digital.

“Kami minta ada RTL atau follow up tindak lanjut kegiatan agar lebih masif,” pintanya.

*Anggota Mahasiswa PkM Unugiri.