Kemarau, Sebagian Petani Cabai di Ngasem Mulai Panen
Meski musim kemarau, sebagian tanaman cabai di Desa Setren, Kecamatan Ngasem masih tampak subur. Hal itu terlihat buah cabai masih segar dan banyak.
Meski musim kemarau, sebagian tanaman cabai di Desa Setren, Kecamatan Ngasem masih tampak subur. Hal itu terlihat buah cabai masih segar dan banyak.
Seorang petani bernama Sarlan (73), warga Dusun Karangpoh RT.06/RW.02, Desa Jawik Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro ditemukan tewas dengan gantung diri, di kandang belakang rumahnya, Senin (24/7/2017) pagi.
Musim kemarau sejumlah petani di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro mulai beralih menanam palawija jenis kedelai. Sebelumnya saat musim penghujan, hampir semua petani menanam padi. Hal ini dilakukan agar lahan persawahan tidak kosong saat minim air.
Petani di sebagian wilayah Desa Dander, pada masa kemarau ini lebih memilih tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, untuk ditanam di lahan persawahan.
Sejumlah petani tembakau di Kecamatan Kanor, Bojonegoro mengaku resah dengan keberadaan tanaman mereka karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Sebab dalam beberapa hari terakhir, hujan mengguyur wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.
Musim kemarau dan pasca panen padi kedua, sejumlah petani di Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, memilih menanam kacang hijau atau kedelai.
Masih stabilnya cabai dengan harga tinggi membuat para petani cabai di Kabupaten Bojonegoro ikut sumringah. Mereka menggap, harga cabai yang tinggi ini dinilai sebagai sebuah berkah.
Pemerintah terus memberikan bantuan kepada petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Hal itu ditunjukkan dengan pemberian bantuan traktor dan pompa air kepada kelompok tani di aula Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Senin (17/7/2017).
Sebagian petani jagung di Kecamatan Bubulan, saat ini memang dihadapkan beberapa masalah. Yaitu selain tanamannya kekurangan air, sebagian lagi juga terserang hama mentek.
Di pertengahan Bulan Juli ini, sejumlah petani di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mulai beralih menanam tembakau, sebelumnya hampir semua petani menanam padi. Hal ini dilakukan agar lahan persawahan tidak kosong saat kemarau dan minim air.