Me Time, Cara Sederhana Menjaga Kewarasan
Me time merupakan sebuah istilah yang mengacu pada waktu seseorang yang di luangkan untuk dirinya sendiri. Setiap orang membutuhkan me time sejenak di tengah huru hara kehidupan.
Me time merupakan sebuah istilah yang mengacu pada waktu seseorang yang di luangkan untuk dirinya sendiri. Setiap orang membutuhkan me time sejenak di tengah huru hara kehidupan.
Bahkan, anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro KH. Nafik Sahal yang juga adik Pengasun Ponpes Attanwir Talun, KH. Ahmad Fuad Sahal, ikut antre saat memberikan suara di bilik dan memasukkan ke kotak yang disedikan panitia.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro H. Abdulloh Umar resmi mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subiyanto dan Pimpinan DPR RI. Berkas dikirim melalui PT Pos Indonesia kemarin sore terkait dengan tuntutan yang disuarakan peserta aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro.
Menerima seratusan mahasiswa PC PMII Bojonegoro yang menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Bojonegoro Kamis (4/9/2025) siang, pimpinan dewan janji memperbaiki kinerja.
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kamis (4/9/2025) siang.
Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kamis (4/9/2025) siang.
Sekelompok massa dari gabungan komunitas di Kabupaten Bojonegoro melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (3/9/2025). Pantauan di lokasi, mereka melakukan orasi singkat dan memasang sejumlah poster serta melakukan mural di pagar gedung wakil rakyat yang menjadi simbol protes.
Sekelompok massa dari gabungan komunitas di Kabupaten Bojonegoro melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro. Dalam unjuk rasa tersebut mereka menyampaikan 9 tuntutan, Rabu (3/9/2025).
Sebanyak 3.248 mahasiswa warga Kabupaten Bojonegoro menerima manfaat beasiswa dari Pemkab Bojonegoro. Mereka adalah penerima beasiswa Scientist dan beasiswa 10 Sarjana per Desa.
Di tengah riuh rendah demonstrasi yang melanda negeri kita—ketika unjuk rasa bertransformasi menjadi kerusuhan dan masyarakat semakin gerah—peran pejabat publik sangat ditentukan oleh tutur kata dan respons yang mereka berikan. Apakah mereka mampu merajut kembali narasi positif? Atau justru memperkeruh suasana?