Usai melaksanakan Sumatif Akhir Semester (SAS) yang menguras otak, peserta didik perlu mendapatkan penyegaran di luar kegiatan pembelajaran klasikal. SMAN 1 Kepohbaru (Smansapoba) Bojonegoro mengadakan beberapa kegiatan. Satu diantaranya adalah lomba Majalah Dinding atau mading. Lomba ini dilaksanakan pada hari Selasa (19/12/2023). Lomba mading bertujuan untuk memberikan ruang kreativitas peserta didik, mewujudkan media sebagai tempat mengasah ketrampilan berbahasa yang baik dan benar dan untuk menumbuhkan minat baca dan menulis yang ada dalam diri peserta didik.
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Bojonegoro menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan khidmat dan penuh makna. Acara berlangsung di GOT FUTSAL SMA N 3 Bojonegoro dan dihadiri oleh seluruh siswa, guru, staff, karyawan, serta dharma wanita persatuan SMA N 3 Bojonegoro, Jumat (29/9/2023
Era baru pendidikan Indonesia telah dimulai. Impelemtasi kurikulum merdeka diharapkan mampu mewujudkan sebuah proses pembelajaran yang berpihak pada murid (sesuai dengan bakat, minat dan kebutuhan belajar murid). Selain itu, implementasi kurikulum merdeka juga diharapkan mampu mendorong murid untuk mengeksplor bakat dan minatnya secara maksimal. Secara definitif kurikulum merdeka dapat diartikan sebagai kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. (https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka). Implementasi kurikulum merdeka ini juga ditujukan untuk mampu menjamin dan mewujudkan lingkungan belajar menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi murid, sehingga konsep merdeka belajar yang diusung oleh pemerintah (baik merdeka bagi siswa saat belajar maupun merdeka bagi guru saat mengajar) benar-benar bisa diwujudkan sehingga rangkaian proses pembelajaran dalam kurikulum merdeka ini nantinya juga mampu mendorong terwujudnya nilai-nilai karakter murid yang disebut dengan profil pelajar Pancasila.
Kegiatan belajar mengajar tak melulu harus dilakukan di dalam sekolah. Pembelajaran outdoor pun bisa dilakukan guru dan siswa untuk mengeksplorasi materi pelajaran dibarengi praktek lapangan, seperti halnya yang dilakukan oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bojonegoro yang didampingi oleh guru mata pelajaran Matematika ini misalnya.
Ketiga kalinya Pemkab Bojonegoro menyelenggarakan literasi digital di bawah inisiasi Dinas Komunikasi Dan Informatika. Literasi digital kali ini menyasar ratusan siswa-siswi di wilayah timur Bojonegoro yakni bertempat di SMA Negeri 1 Sumberrejo Selasa, (20/09/2022).