Skip to main content

Category : Tag: Sejarah


Prasasti Adan-adan Diteliti Ulang di Mojokerto

Salah satu koleksi museum Rajekwesi, Prasasti Adan-adan tengah diteliti ulang di museum Empu Tantular Kabupaten Mojokerto, guna memperbaiki tulisan yang dirasa ada yang kurang pada duplikat prasasti tersebut.

Tabir Gelap Sejarah 27 Juli 1996

“Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan…Jika kau menghamba pada ketakutan, kita memperpanjang barisan perbudakan,” (Wiji Thukul). Suara untuk membuka tabir gelap dalam sejarah pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) terus disuarakan. Namun disisi lain, ada pula ketakutan yang menjadi penghambat dalam penuntasan kasus pelanggaran HAM, termasuk pengungkapan Peristiwa 27 Juli 1996. Potensi bersinggungan dengan orang-orang “kuat” menjadi salah satu faktornya.

Mengenang 48 Tahun Wafatnya Bung Karno

Bung Karno, Sejarah bagi Masa Depan

Bung Karno pemimpin yang menang. Figurnya komplit. Ia membakar kesadaran politik massa, penggali Pancasila, memerdekakan bangsa. Ia berhasil mendirikan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan segenap daya dan upaya ia pimpin Republik untuk mempertahankan kemerdekaan.

Sosok Pembuat Komik yang Jadi Juara III se-Jatim

Kerja Bangunan, Tak Sangka Bisa Sekolahkan Anak Hingga SMA

Dibalik kemahiran Aditya Andra Faersa membuat komik, ternyata ia berasal dari keluarga yang sederhana. Bahkan yang lebih hebat lagi, orang tua Andra rela banting tulang memeras keringat berkerja demi bisa menyekolahkan Andra hingga duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) seperti saat ini.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (26)

6 Kali Belanda Gagal Masuk Temayang dan Gunung Pandan

Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (16)

Hari-Hari Menjelang Pertempuran Letda Soetjipto

Setelah menyelesaikan misi penghadangan Belanda di Mondokan, sisi barat kota Tuban, 9 Januari 1949, Letda Soetjipto langsung mengungsikan dua pasukannya yang terluka ke tempat perawatan kesehatan milik pejuang di Desa Tlogonongko, Kecamatan Semanding. Sementara dia sendiri, setelah memperkuat pasukan gerilya di wilayah Merakurak dan Montong kembali lagi ke pos pertahanan di Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (13)

Panik, Tembakan Musuh dan Lawan Sulit Dikenal

Usai terjadi pertempuran perjumpaan pada 11 Februari 1949 yang mengakibatkan gugurnya Letmuda Suwolo, selanjutnya, pada hari Minggu 20 Februari 1949 pagi, pasukan Belanda melakukan gerakan. Sasarannya ada Dander, dengan menggunakan tiga poros berkekuatan sekitar satu kompi.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (11)

Pos Pertahanan Koro dan Ranjau Pejuang di Jatigembol

Pusat Kecamatan Montong berhasil dikuasai kompeni sejak serbuannya pada 21 April 1949 silam. Sejak itulah, serdadu Belanda membuat pos militer di salah satu bangunan (sekarang Polsek Montong) untuk memperkuat kekuasaannya.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (10)

Barisan Pejuang Bertempur dengan Perut Kosong di Beron

Agresi Militer ke II yang dilakukan pasukan Belanda di Indonesia, termasuk di Tuban-Bojonegoro, memuat banyak kisah. Berbeda dengan serdadu Belanda yang bertempur dengan persenjataan lengkap, tenaga profesional, dan logistik yang cukup, tentara dan barisan rakyat pejuang justru sebaliknya, bertempur dengan persenjataan yang terbatas.

Angkat Kota Tua Padangan, Guru SMAN 1 Dander Juara 1 se- Jatim

Guru Mata Pelajaran (Mapel) Sejarah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Dander, Achmad Satria Utama berhasil meraih peringkat 1 dalam pembuatan karya tulis ilmiah mewakili Kabupaten Bojonegoro. Karyanya diikutkan dalam "Lawatan Sejarah" Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur 2017 pada awal bulan Maret lalu.