Reporter: Nidhomatur, MR
blokBojonegoro.com - Kemenag RI telah menetapkan tiga pemenang terbaik dalam Lomba Cipta Lagu dan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-31. Penetapan ini dilakukan setelah seluruh karya yang masuk melalui proses penilaian dewan juri secara komprehensif dan objektif.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan, lomba ini menjadi bagian dari upaya memperluas syiar Al-Qur’an melalui pendekatan seni yang inspiratif dan membangun kebersamaan.
“Melalui lagu dan mars MTQ, kami ingin menghadirkan pesan Al-Qur’an yang lebih dekat dengan masyarakat. Nilai-nilai harmoni, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat disampaikan secara efektif melalui karya musik,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta.
Ia menjelaskan, proses penilaian dilakukan dengan mengedepankan kualitas substansi dan musikalitas karya. Dewan juri menilai seluruh peserta berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan sejak awal kompetisi. Penilaian mencakup kesesuaian tema dan pesan, kekuatan lirik, komposisi dan aransemen musik, karakter lagu atau mars, serta kualitas penyajian dan produksi. Kelima aspek ini menjadi dasar dalam menentukan karya terbaik.
“Penilaian dilakukan secara menyeluruh dan profesional. Kami memastikan setiap karya mendapatkan kesempatan yang sama untuk dinilai secara adil sesuai kriteria yang telah ditetapkan,” katanya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, para pemenang Lomba Cipta Lagu dan Mars MTQ Tingkat Nasional ke-31 ditetapkan sebagai berikut:
1. Sri Husodo (Juara I) – dodoksinggasana@yahoo.co.id
2. Abu Rizal Zulmi (Juara II) – rizalzulmikey@gmail.com
3. Hafifudin (Juara III) – hafidudin1108@gmail.com
“Ketiga pemenang dinilai mampu menghadirkan karya yang kuat secara pesan dan musikalitas,” jelasnya.
Abu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kompetisi ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya perhatian terhadap pengembangan syiar Al-Qur’an melalui media kreatif.
Ia menambahkan, karya para pemenang tidak hanya menjadi hasil kompetisi, tetapi juga diharapkan dapat memperkaya identitas MTQ Nasional ke-31. Karya tersebut berpotensi digunakan dalam berbagai rangkaian kegiatan MTQ.
“Panitia memiliki hak untuk memanfaatkan karya pemenang sebagai bagian dari kebutuhan MTQ Nasional. Ini menjadi bentuk kontribusi nyata para peserta dalam mendukung syiar Al-Qur’an di ruang publik,” ujarnya.
Lomba ini mengusung tema “Bersama dalam Harmoni, Rukun Menjaga Bumi”. Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dalam perspektif keagamaan.
Pengumuman pemenang menjadi bagian dari tahapan akhir kompetisi, setelah sebelumnya peserta mengirimkan karya dalam format audio dengan durasi dua hingga tiga menit dan gaya musik yang beragam, mulai dari pop religi hingga orkestra dan etnik daerah.
“Kementerian Agama berharap, ke depan semakin banyak karya kreatif yang lahir dari masyarakat untuk mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan membangun. Lomba ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara dakwah dan kreativitas dalam menyongsong MTQ Nasional ke-31 di Jawa Tengah,” tandasnya. [lis]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published