Skip to main content

Category : Tag: Sat


KKN-TK UNIGORO

Mengabdi di Sumberbendo, Mahasiswa KKN-TK Unigoro Dorong Nilai Ekonomi Limbah Bongkol Jagung

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Kelompok 08 Universitas Bojonegoro resmi memulai kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Selasa (14/7/2026). Selama masa pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal Desa Sumberbendo melalui pemberdayaan masyarakat dan inovasi berbasis sumber daya desa.

Komisi B Nilai Ekonomi Jatim Solid, Dorong Penguatan Sektor Pangan dan UMKM

Komisi B DPRD Jawa Timur menilai kinerja perekonomian provinsi sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat melampaui rata-rata nasional, dengan sektor pertanian, kelautan, perikanan, industri, UMKM, dan pariwisata menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah.

Pelet Raja Patin dan KP MCM

140 Angler Jawa Timur Meriahkan Mabar 1 Ton Ikan di Bojonegoro

Sebanyak 140 angler mania, sebutan pemancing di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya mengikuti "Big Event Mancing Bersama (Mabar)" yang digelar Pelet Raja Patin dan KP MCM. Acara berlangsung Minggu (5/7/2026) mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Belajar dari Malang, Warga Bojonegoro Intip Rahasia TPST Beromzet Rp200 Juta per Bulan

Selama kunjungan, peserta mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan TPST 3R Mulyoagung Bersatu, mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga penguatan kelembagaan pengelola. Mereka juga berdialog langsung mengenai strategi membangun partisipasi masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Muswil ICMI Jatim Tegaskan Peran Intelektual sebagai Penuntun Peradaban Bangsa

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur menegaskan pentingnya mengembalikan kaum intelektual pada peran hakikinya sebagai penuntun arah peradaban. Penegasan tersebut mengemuka di tengah menguatnya polarisasi sosial, disrupsi teknologi, krisis etika publik, serta menurunnya kualitas ruang dialog kebangsaan.