#BeritaFoto
Emas Catur dari Refita
Atlet catur asal Kabupaten Bojonegoro, Refita Khoiri Salma sukses membawa pulang emas. Tampak medali emas tengah melingkar di lehernya.
Atlet catur asal Kabupaten Bojonegoro, Refita Khoiri Salma sukses membawa pulang emas. Tampak medali emas tengah melingkar di lehernya.
Sudah seperti budaya, momen lebaran dijadikan ajang untuk membeli berbagai barang baru seperti sepatu, sandal dan baju. Namun kali ini ada yang berbeda, masyarakat wilayah Bojonegoro memilih mencari keperluan lebaran sembari menunggu beduk magrib, atau bisa dikatakan ngabuburit.
Bulan Ramadan, animo masyarakat yang berkunjung ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro terbilang cukup banyak bahkan banyak pula masyarakat untuk manfaatkan sebagai tempat ngabuburit. Pasalnya, banyak masyarakat yang ingin menghabiskan waktu sembari membaca buku maupun berinternet di Perpusda tersebut.
Belasan group dari mahasiswa, dosen dan karyawan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro, memeriahkan Nuzulul Quran pada bulan suci Ramadhan tahun ini, Kamis (23/5/2019).
Bulan Ramadan membawa berkah bagi para pedagang dadakan yang menawarkan aneka makanan maupun jajanan, bagi pengendara yang menghabiskan waktu untuk menunggu waktu berbuka.
Suasana depan pondok pesantren di sepanjang jalan Provinsi tepatnya di Jalan KH M Rosyid saat Bulan Ramadan begitu berubah, terlebih saat sore menjelang berbuka puasa. Setiap sore, tampak lapak-lapak dadakan berjajar menjajakan berbagai hidangan berbuka layaknya pasar tumpah. Lapak berderet membentang dari utara ke selatan.
Momentum bulan ramadhan banyak cara warga melakukan aktifitasnya sembari sambil menununggu waktu untuk berbuka puasa. Tidak terkecuali di GOR Dabonsia Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.
Berbagai macam cara dilakukan guna menunggu bedug buka puasa dikumandangkan. Di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro para pemuda mengisi waktu ngabuburit dengan latihan musik islami dengan alat tradisional rebana al-banjari.
Ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa menjadi menyenangkan ketika dilakukan di tempat yang tentunya juga mengasyikkan. Oleh karena itu tempat-tempat yang unik saat ngabuburit selalu menjadi incaran.
Banyak cara dilakukan untuk ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa, ada yang sekedar jalan-jalan, nongkrong di taman hingga kegiatan sosial bagi-bagi takjil. Berbeda dengan para pemuda yang tergabung dalam komunitas 'Music Parking' yang ngabuburit dengan menghibur pengguna jalan lewat penampilan music akustik.