Pasokan beras ke sejumlah pedagang di pasar Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, masih terbilang normal, meski beberapa waktu lalu sejumlah lahan pertanian sempat terendam air akibat luapan sungai Bengawan Solo.
Gerakan seribu embung yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada tahun kemarin, menjadikan pertanian di Kota Ledre semakin berkembang pesat. Namun, jika bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, tentu embung tersebut akan menjadi banyak fungsinya. Salah satunya tempat wisata.
Guna memberi kenyamanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melaunching 'Gerakan Desa Rasa Kota' di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Selasa (27/2/2018).
Secara geografis, Kabupaten Bojonegoro yang memiliki luas wilayah mencapai 230.706 Ha, potensial sekali untuk menggerakkan literasi ditingkat pedesaan. Bagaimana tidak, berdasarkan data bojonegorokab.go.id, tahun 2016 saja secara administratif Bojonegoro memiliki 28 kecamatan, 419 desa dan 11 kelurahan. Maka jelas, banyaknya desa yang dalam perkembangannya bisa bertambah perlu dibranding dari sisi literasi. Sehingga, walau terlihat orang desa, melainkan pemahaman wawasan luar perlu ditunjang seiring dengan gerakan literasi nasional (GLN) yang tahun 2017 lalu dicanangkan oleh Kemendikbud.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih banyak terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Terbukti pada bulan Januari 2018 lalu, ada sebanyak 5 kasus KDRT menjadi penyebab retaknya rumah tangga. Hal itu sesuai data yang ada di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro.
adan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, bulan Februari ini telah menyalurkan Bantuan Beras Bersubsidi (Tuan Rasidi) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tiga wilayah operasinya yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Tuan Rasidi ini merupakan bantuan beras program dari Provinsi Jawa Timur yang bertujuan untuk membantu mengurangi beban masyarakat miskin.
Peranan Perum Bulog dipastikan akan berkurang. Itu karena tidak lama lagi penyaluran beras sejahtera (rastra) akan dihentikan. Sebab, Kementerian Sosial (Kemensos) akan menggantinya dengan bantuan pangan non tunai (BPNT).
Fenomena kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di Kabupaten Bojonegoro tidak bisa dianggap remeh, karena belum ada sebulan sudah ada dua kasus yang terjadi. Sehingga pengawasan orang tua terhadap sang buah hati perlu ditingkatkan, lantaran para pelaku kekerasan adalah orang dekat yang sudah dikenal.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang sedang menempuh pengabdian atau biasa disebut Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, menggelar pengajian akbar dan salawat.