Waspada Corona, Jangan Panik
Kebijakan Rapid Test Skala Besar, Sekarang Pemkab Punya Alat Swab
Upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kota Migas sangat masif.
Upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kota Migas sangat masif.
Ketika wabah Virus Corona atau Covid-19 menyerang banyak negara, termasuk Indonesia, berbagai tes dilakukan untuk mendeteksi warga terpapar virus atau tidak. Sejauh ini terdapat tiga jenis uji yang terkadang belum dipahamai secara utuh oleh masyarakat awam.
Ramainya pengunjung di pasar modern, menjadi perhatian berbagai pihak. Termasuk Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Meski pengunjung ramai, namun hingga saat ini belum dilakukan rapid test atau tes cepat guna mendeteksi virus corona atau Covid-19.
Pedagang di Pasar Kota Bojonegoro, Kamis (14/5/2020) siang kembali dilakukan rapid test atau tes cepat, sebagai upaya untuk memgetahui paparan virus Corona terhadap para pedagang pasar tradisional. Rapid test itu, digelar Gugus Tugas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Bojonegoro.
Rabu (13/5/2020) pagi, sebanyak 100 pedagang di Pasar Kapas, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi adanya virus corona atau Covid-19 lebih awal.
Selain adanya narapidana (Napi) yang sempat dinyatakan positif Covid-19, enam orang Napi juga hasilnya reaktif usai menjalani repid tes. Sehingga keenam warga binaan tersebut menjalani isolasi di blok khusus Lapas Kelas IIA Bojonegoro.
Vidcon Bupati Bojonegoro bersama Gubernur Jatim dan Kepala BNPB tersebut, Bupati juga meminta dukungan alat PCR dan tambahan alat rapid tes. Hal itu, dimaksudkan agar pelaksanaan rapid tes agar tetap bisa berjalan yang menyasar ditempat keramaian atau menyasar ke perusahan besar yang ada di Bojonegoro.
Rapid test massal yang menyasar ke pasar tradisional, bakal terus dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro, guna mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. Meski begitu, pemkab Bojonegoro juga telah menyediakan beberapa tempat atau kamar isolasi yang diperuntukan bagi pedagang yang hasil rapid tesnya reaktif positif sehingga butuh pengawasan lebih.
Kecepatan proses uji Swab Corona dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sampai saat ini masih jadi kendala. Padahal untuk tracking dibutuhkan kecepatan hasil agar bisa langsung bergerak.
Banyaknya hasil yang menunjukkan reaktif positif dari hasil klaster pasar, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro menentukan langkah antisipasi penyebaran covid 19 ini agar tidak semakin meluas. Selain itu guna mengetahui secepatnya hasil dari rapid test pedangang pasar itu akan dibawa ke RS. Saiful Anwar Malang.