Demi Pembaca, Perpusda Tambah 1.732 Buku
Seiring ramainya pengunjung Perpustakaan di tahun 2019 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Daerah Bojonegoro, berencana menambah koleksi buku untuk perpustakaan daerah.
Seiring ramainya pengunjung Perpustakaan di tahun 2019 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Daerah Bojonegoro, berencana menambah koleksi buku untuk perpustakaan daerah.
Perpustakaan Daerah Kabupaten Bojonegoro, punya berbagai macam koleksi mulai ilmu pengetahuan, elektronik, hukum, pendidikan dan berbagai macam koleksi lainnya. Namun dari buku koleksi tentang pendidikan, ada pula berbagai buku dari hasil karya tulis dari guru Bojonegoro.
Dalam rangka meningkatkan budaya membaca menuju Indonesia cerdas tahun 2024, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro, menggelar Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca.
Setiap hari pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro terbilang cukup stabil, pasalnya dalam sehari tercatat sekitar 70 pengunjung yang sengaja singgah, baik untuk membaca buku, koran bahkan mengakses internet.
Pengunjung Perustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro memang tidak begitu banyak, namun dari puluhan pengunjung yang datang ada juga dari luar Kota Bojonegoro. Mulai dari yang membaca ada juga yang berniat meminjam untuk dibawa pulang.
Perpustakaan keliling menggunakan becak milik Agung Ridwan, memiliki banyak keunikan. Diberi nama Perpus GatDa oleh sang pemilik karena singkatan dari Semangat Muda.
Perpustakaan GatDa, merupakan perpustakaan keliling menggunakan becak yang didesain sedemikian rupa, dengan rak kecil yang menjadi tatakan buku, kemudian dibawa keliling desa oleh Agung Ridwan, pemuda asal Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota Bojonegoro.
Menumbuhkan minat baca masyarakat Bojonegoro, terlebih lagi bagi pelajar tentu sangat diperlukan, agar meraka menjadi orang yang gemar membaca.
'Buku baru, semangat baru.' Begitu mungkin yang dirasakan para siswa sekolah penerima program Pertamina Peduli Literasi (PERTALIT).
Pengunjung perustakaan daerah (perpusda) Bojonegoro tiap tahun terus mengalami penurunan. Pasalnya saat hari-hari biasa pengunjung yang datang tercatat hanya ada puluhan, padahal pengunjung perpustakaan daerah dulu setiap harinya bisa mencapai 100 orang lebih.