Petani Mulai Tanam Palawija di Lahan Tadah Hujan
Hujan deras telah mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro beberapa hari terkhir. Hal itu dimanfaatkan oleh petani yang memeliki lahan tadah hujan untuk bercocor tanam.
Hujan deras telah mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro beberapa hari terkhir. Hal itu dimanfaatkan oleh petani yang memeliki lahan tadah hujan untuk bercocor tanam.
Hujan yang turun beberapa hari belakangan ini dirasa tidak berpengaruh terhadap tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro. Karena sampai sekarang tanaman tembakau masih bagus, hujan yang menguyur hanya seperti tembakau saat setelah disiram.
Kemarau tahun ini sebagian petani jagung di Kecamatan Bubulan mulai panen. Yang menggembirakan bagi para petani harga jagung musim ini terbilang tinggi.
Kemarau panjang saat ini membawa berkah bagi petani tembakau di Bojonegoro. Panen melimpah, kualitas bagus dan harga pun tergolong mahal jika dibandingkan tahun sebelumnya. Karena dari panen pertama, kualitas daun tembakau sudah bagus, sehingga dihargai tinggi oleh pembeli.
Cuaca panas yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro pada kemarau ini, adalah suatu berkah tersendiri bagi petani tembakau. Pasalnya dengan cuaca panas pengeringan tembakau yang sudah diolah bisa kering maksimal, dan diharapkan hasilnya pun memuaskan.
Pada musim kemarau seperti saat ini, sejumlah petani di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro memilih sejumlah tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, untuk memanfaatkan lahan pertaniannya agar tidak terbengkalai.
Petani beraharap harga cabai bisa terjual mahal. Namun kenyataan sampai sekarang, harga cabai turun bebas di kalangan petani. Harga cabai merah besar hanya bisa terjual Rp5.000 per kilogram, padahal di pasar harga sangat tinggi.
Hasil panen kacang hijau dirasa sejumlah petani di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander kurang maksimal, namun sejumlah petani desa setempat cukup bersyukur dengan harga jual panen kacang hijau tahun ini mecapai 12 ribu lebih perkilonya
Para petani di Desa Kabunan, Kecamatan Balen pada musim pancaroba ini, lebih memilih tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, seperti menanam tanaman kedelai maupun kacang hijau, karena kedua tanaman tersebut sudah menjadi kebiasaan petani usai panen padi yang kedua.
Sejumlah petani di Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro juga mulai beralih ke tanaman tembakau di musim kemarau sekarang ini. Hampir setiap tahun di musim kemarau petani memanfaatkan lahan persawahan untuk menanam tembakau dibanding tanaman yang lain.