Kemarau, Petani Gayam Biarkan Lahan 'Bero'
Kebutuhan air yang cukup untuk tanaman sangatlah penting, apalagi tanaman tersebut saat masa pertumbuhan membutuhkan air yang banyak, seperti padi.
Kebutuhan air yang cukup untuk tanaman sangatlah penting, apalagi tanaman tersebut saat masa pertumbuhan membutuhkan air yang banyak, seperti padi.
Suwito (56) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro terlihat sumringah. Sebab, pria yang sehari-hari bekerja sebagai seorang petani itu anaknya lulus menjadi Taruna Akpol.
Pada musim kemarau ini, ribuan hektare lahan pertanian yang ada di Kecamatan Sugihwaras didominasi dengan komoditi tanaman jagung dan tembakau. Petani setempat menilai dua komoditi itu lebih cocok dan lebih laku dijual saat masa panen mendatang.
Waktu menunjukan sekitar pukul 12.15 menit, matahari sangat terik. Namun, tak menyurutakan niat seorang petani di Desa Jono, Kecamatan Temayang ini untuk merawat tembakau miliknya.
Bojonegoro lumbung pangan dan energi. Begitulah kalimat yang sempat populer beberapa tahun lalu. Bukan soal slogan saja, Bojonegoro memang punya banyak sawah ladang, angkatan kerja petani dan juga produk pertanian. Mulai dari padi, bawang merah, cabai, tomat hingga tembakau. Soal kesejahteraan petani, ada yang di atas rata-rata dan banyak juga yang masih di bawah garis kemiskinan. Ini bukan sekedar permasalahan kebijakan dan program pemerintah. Namun, juga paradigma berpikir para petani Bojonegoro serta sarana dan prasarana untuk menuju yang lebih baik.
Matahari baru bersinar dari ujung timur perbukitan. Hawa dingin pun masih sangat terasa menusuk tulang. Suara ramai orang di ladang terdengar seperti pasar tumpah.
Plastik warna perak bekilau tampak terbentang di atas gundukan tanah di selatan jalan perbatasan Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro dengan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, cukup menarik mata para pengguna jalan. Karenanya diantara petakan sawah yang sedang musim padi, sekitar 1 (satu) hektar sawah dibuat semacam gundukan dan di tutupi oleh plastik, lalu dilubangi dan di dalamnya ditanami tanaman cabai.
Sebagian petani di ujung selatan Kabupaten Bojonegoro, tepatnya wilayah Kecamatan Sekar tengah panen jagung di lahan persil milik perhutani.
Banyaknya petani Bojonegoro yang menggarap lahan pertaniannya dengan menggunakan pupuk pestisida pada membuat Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro mencoba mengembangkan Budidaya tanaman sehat tanpa bahan kimia.
Kecamatan Sekar tak hanya terkenal dengan tanaman bawang merah, masih ada satu lagi tanaman yang jadi ikon di daerah setempat yaitu cabai.