Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro memberikan batas pelunasan Biaya Pembayaran Ibadah Haji (BPIH) kepada 991 Calon Jemaah Haji (CJH) sampai pada tanggal 5 Mei 2017 mendatang.
Meskipun kuota haji buat Calon Jemaah Haji (CJH) lanjut usia (Lansia) belum ada kepastian, puluhan CJH yang sudah berusia lanjut sudah mulai mendaftar ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro untuk berangkat lebih dulu ke tanah suci.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Peringatan Hari Kartini di SD Muhammadiyah 2 Jalan Untung Surapati berlangsung sederhana. Meski begitu, lomba yang diikuti wali murid dan siswa ini terlihat meriah.
Pemilihan jenis bibit pohon mangrove untuk ditanam di bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Rabu (19/4/2017) bukan asal atau tanpa dasar.
Di saat Kota Jakarta melaksanakan Pilkada putaran ke dua, Rabu (19/4/2017), berbeda di Kabupaten Bojonegoro yang mengadakan istighosah dan do'a bersama di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro. Tidak hanya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tapi ribuan masyarakat di Kota Ledre membanjiri masjid agung untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Sebagai upaya antisipasi dampak bencana, warga di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, menanam bibit pohon mangrove, Rabu (19/4/2017).
Sebagai salah satu daerah yang dulunya dipandang miskin, kolot dan sangat dekat dengan konflik, Bojonegoro berangsur berubah. Dengan role model yang diterapkan Bupati Bojonegoro, Suyoto (Kang Yoto), gaung dari kota ledre ini perlahan menunjukan tajinya. Akses jalan rusak membaik, pendidikan berangsur meningkat dan pelan tapi pasti masyarakatnya juga kian memahami konteks masalah yang tengah mendera. Lantas apa yang membikin demikian bisa terjadi?
Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Bojonegoro. Rencananya Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Bojonegoro berencana mengadakan Istighotsah dan doa bersama di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Rabu (19/4/2017).
Setelah beberapa waktu lalu Kejaksaan Agung Republik Indonesia melakukan study benchmarking ke Kabupaten Bojonegoro, kali ini giliran Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengajak sejumlah 40 peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan III Tahun 2017, Selasa (18/4/2017).