Skip to main content

Category : Tag: Land


#BeritaFoto

Penyerahan Simbolis Pohon ke Desa

Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2019 digelar di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro dengan berbagai acara. Salah satunya penanaman pohon, pemeriksaan dan pengobatan gratis dan donor darah, Sabtu (23/2/2019).

Pertemuan Pemimpin Muda se-Asia di Thailand

Seluruh Peserta Dukung Pengembangan Generasi Muda

Banyak hal yang didiskusikan dalam forum pertemuan pemimpin muda se-Asia di Bangkok Thailand. Mulai kondisi sosial, kesehatan, pendidikan dan yang lainnya menjadi topik isu untuk mengembangkan generasi muda.

Berkesan, Dosen Asal Bojonegoro Mengajar di Polandia

Prestasi membanggakan ditunjukkan tenaga pengajar asal Kabupaten Bojonegoro. Sri Budi Cantika Yuli, yang menjadi Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat kesempatan mendapat beasiswa mengejar kelas internasionak di Polandia.

Wisata di Ngunut Berubah Nama dan Bertarif

Salah satu destinasi wisata di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, yang dulunya masyarakat akrab menyebut Grogowland, sekarang berubah nama menjadi waterfun.

Di Gondang Juga Ada Wisata Goa Landak

Antusias masyarakat Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, untuk mengeksplorasi potensi wisata di wilayahnya tidak main-main. Hal itu terbukti dengan dibuatnya wisata baru yaitu Goa Landak (Goland).

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (25)

Penghadangan dan Serangan di Kabunan-Suwaloh

Setelah peristiwa cepat yang terjadi di Sumodikaran, yakni 100 pasukan gerilya belum berhasil melumpuhkan 5 serdadu yang melintas, pada bulan Mei 1949, seksi Dihar dan Supandi mengadakan pertemuan di Wedi.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (24)

Prambonwetan Melawan

Kepala Desa Prambonwetan, Suratni, gugur ketika memimpin penghadangan pasukan Belanda di wilayah utara Rengel pada 17 Juli 1949. Selama Agresi Militer Belanda ke II di Tuban, Prambonwetan merupakan daerah penting yang selalu ramai lalu lintas pasukan gerilya.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (22)

Di Sumodikaran, 100 Gerilya Gagal Lumpuhkan 5 Serdadu

Masih pada bulan April 1949, sekitar pukul 07.00 WIB, seksi Dihar, seksi Supandi dan Seksi Noorcahyo dengan total kekuatan 100 orang masing-masing bersenjata, berkumpul di tengah tegalan di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dande, tepatnya di sebelah barat jalan besar.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (21)

Bom Sempat Ngowos di Gardu Proliman, Serdadu Cari Perlindungan

Akibat hujan yang turun malam hari, bom yang dipasang oleh pasukan gerilya sempat ngowos alias telat meledak. Sehingga, para serdadu belanda yang ada di gardu sempat melarikan diri dan mencari perlindungan sebelum bom itu memporakporandakan gardu.