Petani Tembakau Kolong Keluhkan Hasil Panen Belum Terserap
Petani di kawasan Desa Kolong, Kecamatan Ngasem resah karena hingga pertengahan Agustus ini hasil panen tembakaunya belum ada yang membeli.
Petani di kawasan Desa Kolong, Kecamatan Ngasem resah karena hingga pertengahan Agustus ini hasil panen tembakaunya belum ada yang membeli.
Bojonegoro dikenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil tembakau terbaik di Jawa Timur. Kualitas tembakau sudah diakui oleh banyak pihak, bahkan ada yang diekspor ke luar negeri.
Masa tanam tembakau, di Kabupaten Bojonegoro mundur, dikarenakan ketidakpastian faktor cuaca, bahkan hingga per 23 Juni 2020 lalu, luas tanam tembakau masih seluas 3.259, 3 hektar. Padahal luas lahan tembakau di Bojonegoro ada sekitar 11 ribu lebih.
Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (16/6/2020).
Masa tanam tembakau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tahun ini dipastikan akan berlangsung sesuai musimnya dan tidak terpengaruh Pandemi Covid-19.
Memasuki musim kemarau, banyak petani Bojonegoro yang lebih memilih tanam tembakau, untuk itu Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro menyediakan puluhan kilogram bibit tembakau bagi para petani tembakau.
Bagi Kelompok Tani (Poktan) yang ada di wilayah Bojonegoro yang akan menanam tembakau, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro telah menyediakan bibit bagi para petani.
Turunnya harga jual daun tembakau di tingkat petani, diklaim oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro. Hal itu disebabkan beberapa faktro, diantaranya sudah lewat masa panen tembakau, juga bisa karena ada ulah dari tengkulak.
Harga jual tembakau terus mengalami penurunan sejak beberapa bulan lalu, bahkan harga jual daun tembakau sebelumnya bisa mencapai Rp3 ribu per kilogramnya. Penurunan harga tersebut ada beberapa sebab, salah satunya saat ini masa petik daun temabakau sudah masuk petik ke lima atau ke enam.
Akibat rusaknya ratusan kilogram benih bibit tembakau bantuan untuk petani Bojonegoro, untuk tahun 2019 ini, petani setempat tidak mendapat bantuan bibit dari Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro. Dengan rusaknya ratusan bibit tembakau tersebut Disperta Bojonegoro mengusulkan pengadaan bantuan bibit tembakau untuk tahun 2020 mendatang.