1198 Kasus Baru di Jatim, Pasien Sembuh 868, dan Pasien Meninggal 63
Penambahan kasus di Jawa Timur (Jatim), Jumat (15/1/2021) sebanyak 1198 kasus baru.
Penambahan kasus di Jawa Timur (Jatim), Jumat (15/1/2021) sebanyak 1198 kasus baru.
Pemprov Jatim menggelar vaksinasi Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/1/2021). Orang pertama yang divaksin Covid-19 di Jatim adalah Wagub Emil Dardak.
Pemprov Jatim menggelar vaksinasi Corona di Gedung Negara Grahadi, Kamis 14/1/2021.
Penambahan kasus positif Covid-19 per 7 Januari bertambah 9.321 kasus dengan jumlah kasus aktif 114.766 kasus atau persentasenya 14,4% dibandingkan rata-rata dunia 25,81%. Jumlah kesembuhan sebanyak 659.437 kasus atau 82,7% dibandingkan rata-rata dunia 72,03%. Pada kasus meninggal sebanyak 23.520 kasus atau 2,9% dibandingkan rata-rata dunia 2,16%.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebelumnya menuangkan pers rilis terkait penerapan sosial berskala besar (PSBB) Jawa dan Bali. Serta mengizinkan para gubernur di Pulau Jawa dan Bali untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) per tanggal 11 sampai 25 Januari 2021.
Di tengah masa pandemi covid-19 saat ini, salah satu siswa SMPN 5 Bojonegoro, Amar Saiful berhasil menorehkan prestasi tingkat Provinsi Jawa Timur dengan menjadi juara 2 lomba baca geguritan yang dilaksanakan Oleh Universitas Negeri Surabaya.
Perkembangan harian penanganan COVID-19 Per 7 Januari 2021 terus menunjukkan peningkatan pada jumlah kesembuhan. Jumlah pasien sembuh sudah mencapai 659.437 orang atau persentasenya berada di angka 82,7%. Jumlah tersebut termasuk juga penambahan pasien sembuh harian sebanyak 6.924 orang.
Pemberlakuan pembatasan sosial skala besar (PSBB) khusus daerah Jawa dan Bali menjadi langkah terbaru pemerintah pusat untuk menekan kasus Covid-19 yang terus bertambah.
Sebanyak 11 orang di Kabupaten Bojonegoro dinyatakan sembuh dari Covid-19, Kamis (7/1/2021). Sedangkan kasus baru bertambah 13 orang.
Terdapat akun Instagram yang membagikan informasi bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan vaksin Sinovac adalah vaksin yang paling lemah.