Produk terbaru dari pengusaha asal Kabupaten Bojonegoro, yakni parfum laki-laki dan perempuan dengan merek "WANGINEM". Untuk ukuran botol 35 ml yang berkelas, namun harga masih terjangkau, membuat Parfum WANGINEM bisa meledak di pasaran.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro bersama RS Muhammadiyah Kalitidu membantu puluhan warga melunasi tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama untuk menyambut kebijakan Work From Home (WFH) sebagai bagian dari transformasi budaya kerja menuju masa depan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Forum BMT Bintang Sembilan Bojonegoro dan Tuban, Minggu (12/4/2026) menggelar kegiatan rutin halal bihalal yang dirangkaikan dengan seminar “Kiat Sukses Mengelola Koperasi Syariah”. Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Institut Attanwir Bojonegoro dengan tuan rumah KSPPS Kopsyah Talun Institut Attanwir.
BOVOBOKA Bojonegoro, yakni klub kebanggaan anak muda di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berangkat mengikuti Premier League Jenggolo Cup.
Prestasi gemilang ditorehkan BOVOBOKA Bojonegoro, yakni klub kebanggaan anak muda di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur saat mengikuti Premier League Jenggolo Cup.
Selain menggelar pasar murah, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat di Tuban, Sabtu (11/4/2026). Bantuan berupa paket sembako diberikan langsung kepada warga prasejahtera sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Tenaga Ahli Menteri Koordinator (Menko) Pangan Republik Indonesia, Neng Farah Fataty S.H. M.Kn, menyapa warga di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, serta melaunching "Lumbung Kita".
Sebentar lagi Kita akan sama-sama melakukan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Mei 2026. Ini harusnya menjadi momentum krusial bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan kembali esensi semboyan Tut Wuri Handayani di tengah dinamika global yang menuntut kreativitas tanpa batas. Namun, di balik seremonial tersebut, dunia pendidikan kita masih dibayangi oleh tantangan besar berupa sistem pendidikan yang sangat homogen. Homogenitas ini merujuk pada sebuah struktur kurikulum, standar evaluasi, metode pengajaran, hingga kebijakan administratif yang diseragamkan secara kaku dari pusat hingga ke daerah pelosok.