Waspada Moms, Ini Enam Tanda Anak Kecanduan Gadget
Gadget jika dimanfaatkan dengan baik bisa membantu pembelajaran anak. Sayangnya, penggunaan gadget berlebihan juga bisa memicu kecanduan.
Gadget jika dimanfaatkan dengan baik bisa membantu pembelajaran anak. Sayangnya, penggunaan gadget berlebihan juga bisa memicu kecanduan.
Para orangtua saat ini pusing memikirkan bagaimana membatasi waktu anak menatap layar. Sebab di era pandemi, kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara online dan anak menatap layar dalam waktu lama.
Penggunaan ponsel yang kian meningkat menyebabkan masalah nyeri leher. Bahkan remaja dan anak kecil turut merasakannya.
Gerakan 18.21 yang digalakkan oleh Pemkab Bojonegoro belakangan ini dikarenakan perubahan lingkungan yang sangat cepat dan beragam. Terutama kehadiran revolusi industri 4.0 dan kecanggihan teknologi.
Tanda awas untuk orang tua yang memiliki anak yang setiap harinya bermain gadget dan ada kecenderungan mulai susah untuk diperintahkan mengerjakan pekerjaan lain. Jangan sampai, anak itu sudah mulai kecanduan yang bisa berakibat fatal.
Gadget? Siapa yang tidak tahu dengan perangkat mobile satu ini? Sebagian besar remaja zaman sekarang merasa bahwa dirinya sangat tergantung dengan gadget.
Komunikasi yang hangat merupakan kunci bagi pernikahan yang harmonis. Akan tetapi, saat ini semakin banyak pasangan yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gawai.
Ada pertanyaan besar, mengapa gairah menulis belum begitu populer? Padahal, mulai dari bangku dasar (SD) anak-anak –terlebih kita– sudah belajar membentuk huruf, lalu beranjak merangkai antar huruf menjadi kata, dan menyambungkan antar kata yang kemudian menjadi paragraf.
Keberadaan "gadget" atau gawai bagi anak memiliki dua sisi mata uang. Satu bisa memberikan informasi dan pengetahuan, di sisi lain bisa berdampak buruk. Psikolog anak, Novita Tandry, mengatakan ada usia ideal anak menggunakan gadget.
Orangtua memang tidak perlu melarang sama sekali anak-anaknya bermain gawai, namun penggunannya tetap perlu dibatasi dan diawasi agar tidak sampai kecanduan.