Warga terdampak banjir yang berada di Kecamatan Baureno, menerima bantuan paket sembako, Sabtu (9/3/2019), yang berasal dari OPD Provinsi disalurkan melalui BPBD Kabupaten Bojonegoro.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia sejak beberapa hari lalu memberikan dampak berupa peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro berdampak pada ratusan hektar lahan pertanian milik warga di 17 kecamatan. Bahkan beberapa petani terpaksa harus memanen lebih awal padinya agar tidak merugi.
Ratusan bantuan paket sembako dari provinsi mulai berdatangan untuk para korban banjir, yang dipusatkan di Kantor Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Bojonegoro, Sabtu (9/3/2019). Nantinya bantuan paket sembako tersebut disalurkan kepada masyarakat Bojonegoro yang terdampak banjir.
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo sudah dirasakan warga Bojonegoro di 45 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Ketinggian air berkisar 10 hingga 50 centimeter.
Hingga malam ini, Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo wilayah Bojonegoro cenderung stabil. Lima jam terakhir, mulai pukul 18.00 hingga pukul 22.00 Wib, TMA Bengawan Solo pada posisi siaga kuning, Jumat (8/3/2019).
Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo wilayah Bojonegoro cenderung naik. Tiga jam terakhir, mulai pukul 16.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib, TMA mengalami kenaikan, Jumat (8/3/2019).
Jalan di utara Terminal Rejekwesi Kota Bojonegoro tergenang, tepatnya akses menuju Jalan Pondok Pinang (Pondok Bambu). Genangan air mulai kemarin, yakni saat air Bengawan Solo meluber dan kiriman anak sungai juga besar. Beberapa pemancing mendapar info ada kolam lele kebanjiran dan ikan lepas. Termasuk di sungai di Jantung Kota Bojonegoro, turut Desa Sukorejo. Aneh memang, di tengah hilir mudik pengendara motor dan mobil yang melintas, pemancing tetap tenang.
Banjir yang disebabkan meluapnya air sungai bengawan solo sejak Rabu (6/3/2019), menggenangi jalan poros Desa Kauman Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, hingga Jum'at (8/3/2019) cukup meresahkan warga.