Tahun Ini, Anggaran Program Disdag Capai Rp15 Miliar
Anggaran program Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro tahun ini sebanyak Rp15 Miliar. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2019.
Anggaran program Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro tahun ini sebanyak Rp15 Miliar. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2019.
Realisasi BUMD Griya Darma Kusuma (GDK) tahun 2018 adalah 0 rupiah. Di APBD Perubahan pun juga 0 rupiah. Namun, sebelum APBD Perubahan, target tahun 2018 sebesar Rp551.250.000.
Penyerapan anggaran masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun ini kurang maksimal. Sehingga, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2018 cukup tinggi.
Setelah proses pembahasan panjang dalam rapat bersama badan anggaran DPRD dan Pemkab Bojonegoro. Disepakati Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Bojonegoro 2019, mencapai Rp 3,6 triliun lebih termasuk disingkronkan dengan program Bupati terpilih.
Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono siang tadi menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2016.
Puluhan kepala desa (kades) tengah khidmat mengikuti acara sosialaisasi pembayaran pajak Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), pada Rabu, (10/5/2017)di Balai Kantor Kecamatan Temayang.
Dari hasil kajian anggaran yang dilakukan akademisi Universitas Bojonegoro (Unigoro), perencanaan penganggaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan dari tahun 2016 dibandingkan tahun 2017 sekarang ini. Namun ironisnya anggaran tersebut diduga diprioritaskan pada belanja pegawai, termasuk anggaran makan-minum dan wira-wiri pejabat Bojonegoro.
Meskipun Kabupaten Bojonegoro dikenal daerah minyak dan gas (Migas), belum bisa dipastikan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) di Kota Ledre mengalami peningkatan. Bahkan terbanding terbalik, karena tahun 2017 APBD mengalami penurunan dibandingkan tahun kemarin.
Mari mengucap selamat kepada Bojonegoro. Untuk apa? Tentu untuk prestasinya selama ini. Betapa hebatnya daerah super kaya penghasil minyak ini. Besaran APBD nya berada di urutan ke-2 setelah Kota Surabaya. Dengan kantong tebal, tentu (idealnya) kesehahteraan masyarakat juga terkerek naik.