Hari Santri Nasional 2025
Santri Night Festival NU Kota Bojonegoro Resmi Dibuka
Rangkaian Santri Night Festival NU Kota Bojonegoro resmi dimulai, Jumat (31/10/2025) sore. Acara dirangkai dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Rangkaian Santri Night Festival NU Kota Bojonegoro resmi dimulai, Jumat (31/10/2025) sore. Acara dirangkai dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar PCNU Bojonegoro bersama Banom begitu semarak. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya ada 18 kegiatan.
Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025, PCNU Bojonegoro menggelar rangkaian acara, salah satunya Khotmil Qur'an bin Nadhor dan Istighosah. Kegiatan berlangsung di kantor PCNU Bojonegoro, Jalan Raya A. Yani, Kota Bojonegoro, Selasa (21/10/2025). Acara berlangsung mulai pagi hingga sore hari.
Ratusan kiai dan ustadz dari PCNU Bojonegoro serta perwakilan alumni 30 Pondok Pesantren (Ponpes) se Indonesia yang ada di Bojonegoro, menuntut agar mencabut izin Trans7.
Sekitar seribuan Banser GP Ansor, Pagar Nusa, Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU/IPPNU Bojonegoro, menggelar apel akbar dengan tema "Apel Siaga, Jaga Kiai Jaga Negeri" di depan Gedung Rektorat UNUGIRI, Jumat (17/10/2025).
Suatu malam di lini masa X (Twitter), sebuah tagar mendadak meledak dan menyalip tren hiburan: #BoikotTrans7. Awalnya saya kira cuma tagar biasa -mungkin karena artis salah bicara atau gosip infotainment. Tapi setelah saya telusuri, ternyata ini bukan perkara selebritas, melainkan perkara marwah pesantren. Ya, sebuah program berjudul Xpose Uncensored di Trans7 menampilkan potongan tayangan yang menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo dan beberapa pesantren lain.
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Bojonegoro mengecam keras pemberitaan salah satu stasiun televisi nasional, Trans7 (Trans Corp), yang dinilai telah membuat narasi menjatuhkan marwah Pondok Pesantren (Ponpes) dan ulama. Kecaman tersebut disampaikan menyusul beredarnya tayangan yang memotong konteks pernyataan KH. Anwar Manshur Lirboyo, sehingga menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Suatu hari para koruptor bangun tidur, lalu mendengar berita: “Semua harta hasil korupsi, termasuk yang dititipkan ke keluarga, rekan, atau bahkan dibungkus dalam bentuk rumah mewah dan mobil antik, bisa langsung disita negara.†Apa reaksi mereka? Bisa jadi langsung sakit perut mendadak, bukan karena maag, tapi karena ketakutan akut. Inilah inti kegelisahan para koruptor ketika mendengar soal Undang-Undang Perampasan Aset.
Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk turut serta menjaga ketentraman wilayah.
Di tengah riuh rendah demonstrasi yang melanda negeri kita—ketika unjuk rasa bertransformasi menjadi kerusuhan dan masyarakat semakin gerah—peran pejabat publik sangat ditentukan oleh tutur kata dan respons yang mereka berikan. Apakah mereka mampu merajut kembali narasi positif? Atau justru memperkeruh suasana?