Berikan Keleluasaan Anak Bermain Hingga Usia 7 Tahun
Anak-anak memiliki hak untuk bermain. Apalagi di saat mereka masih di bawah usia tujuh tahun. Pada masa itu, bermain adalah aktivitas yang perlu dilakukan.
Anak-anak memiliki hak untuk bermain. Apalagi di saat mereka masih di bawah usia tujuh tahun. Pada masa itu, bermain adalah aktivitas yang perlu dilakukan.
Kasus kekerasan terhadap anak tidak hanya terjadi di Kabupaten Bojonegoro, tapi juga ada di beberapa daerah lainnya. Sehingga di Hari anak nasional 2017 ini, lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bojonegoro menyerukan stop kekerasan pada anak-anak.
Nasib malang menimpa Suwono (60) pria asal Desa Karangdinoyo Rt/Rw 010/03 Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro korban diketahui meninggal akibat tenggelam di dalam embung, Minggu (23/7/2017) saat menjaring ikan.
Maraknya kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak, membuat seluruh elemen turut prihatin, sehingga mereka mengadakan diskusi untuk menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Acara yang diinisiasi Pita Merah diadakan di Matoh Guest House jalan Pondok Pinang Sukorejo Bojonegoro, Selasa (18/7/2017) malam.
Ditemukanya jasad Teguh, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang tenggelam di sungai Bengawan Solo disambut tangis histeris oleh pihak keluarga, Selasa (18/7/2017).
Tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban melakukan pencarian malam hari korban tenggelam di area Bengawan Solo Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Para orang tua diimbau untuk mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah, sebagai kampanye nyata untuk menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai Kabupaten Layak Anak.
Pemandangan berbeda bisa anda jumpai di wilayah Kecamatan Bubulan pada musim kemarau tahun ini. Yaitu banyak anak di daerah setempat bermain layangan (layang-layang).
Beberapa hari yang lalu penulis sempat ngobrol dengan tetangga. Mulanya beliau bercerita tentang anak laki-lakinya yang tidak bisa baca Alquran, sebut saja namanya 'Diki'. Diobrolan itu, Diki ini termasuk anak yang malas belajar mengaji. Kalaupun ia berangkat mengaji itu hanya untuk menghindari omelan dari kedua orang tuanya yang selalu menyuruh untuk mengaji. Dan bisa ditebak, selama ia berangkat mengaji pasti tidak akan sampai ke tujuan, namun malah memilih ngobrol (cangkrukan) sambil merokok di warung dekat tempatnya mengaji.
Anak-anak sering mengajukan banyak pertanyaan. Terkadang yang ditanyakan berulang-ulang. Sebagai orangtua, kita pun sering terus mengulang jawabannya, lagi dan lagi.