PPDB SMP
Agar Rata, Dewan Pendidikan Dukung Zonasi
Kebijakan sistem zonasi bagi sekolah saat PPDB online tahun 2019 ini dinilai cukup relevan oleh Dewan Pendidikan Bojonegoro.
Kebijakan sistem zonasi bagi sekolah saat PPDB online tahun 2019 ini dinilai cukup relevan oleh Dewan Pendidikan Bojonegoro.
Penerimaan Pendaftaran Siswa Didik Baru (PPDB) online di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bojonegoro, membludak. Banyak orang tua siswa yang hendak mendaftarkan di SMPN 1 Bojonegoro sehingga antrian pendaftar cukup panjang.
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 ini jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) bakal ada perbedaan yakni 10 persen untuk pendaftaran secara offline dan 90 persen untuk online, namun perihal pembagiannya masih terus digodok.
Setelah mengikuti berbagai serangkaian tahapan seleksi, beberapa calon Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro lolos tes CAT. Sehingga sebanyak 30 peserta yang dinyatakan lolos dapat mengikuti tes psikologi yang akan berlangsung Kamis (9/5/2019).
Luas lahan Perhutani Bojonegoro memang cukup luas, bahkan luasnya mencapai sekitar 50 ribu hektare. Dengan luas lahan tersebut, pastinya, tidak luput adanya tangan jahil ulah manusia seperti banyaknya pencurian kayu di wilayah hutan.
Komitmen Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro dalam melakukan pelayanan terbaik terus ditingkatkan, termasuk mencanangkan zona integritas di wilayah kerjanya. Sehingga layanan PA yang berada di jalan MH. Tamrin Bojonegoro itu akan meneguhkan sepenuh hati dan bebas dari korupsi.
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah dibuka secara online sejak Senin (2/7/2018) kemarin. Terkait hal ini, Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro mengklaim PPDB oline hingga kini berjalan baik dan lancar
Meski baru tahap pengambilan PIN bagi calon siswa baru baik SMA maupun SMK, terlihat para siswa yang tahun ini lulus SMP antre mendaftar di sekolah yang menjadi keinginannya.
Pendaftaraan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) juga menggunakan sistem zonasi. Hal itu dimaksudkan agar siswa bisa merata di setiap sekolah, serta lebih mudah dan dekat jarak tempuh dengan sekolah.
Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) kembali menerapkan sistem zonasi dalam masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Sistem zonasi pemerataan bakal diterapkan untuk calon siswa SMA dan SMK sederajat.