#BahasaUntukSesama
Bulan Depan Peserta Diminta Bawa Sampah Kertas
Rembuk cerpen yang diselenggarakan Society Education Centre (SEC) dan Aksaraya Pustaka, Senin (15/10/2018), bukan kegiatan sekali dan selesai.
Rembuk cerpen yang diselenggarakan Society Education Centre (SEC) dan Aksaraya Pustaka, Senin (15/10/2018), bukan kegiatan sekali dan selesai.
Bertepat di hari Lahirnya Pancasila dan bulan suci Ramdan, para pelaku seni menggelar Purnama Sastra Bojonegoro ke-44, Jumat (1/6/2017) malam. Bertempat di pelataran jalan Pondok Pinang (Ponpin), Desa Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, para seniman unjuk gigi di panggung terbuka.
Dalam memperingati Hari Puisi Indonesia tahun 2017, ayo hadir dan ikuti sarasehan literasi dan parade puisi "Membangun Budaya Literasi & Sastra Bojonegoro" Sabtu (30/9/2017)besok.
Menginjak edisi ke-10 yang sekaligus masih dalam momentum hari raya Idhul Adha, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Bojonegoro bakal menggelar Sastra Plataran, yang bertempat di halaman Aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Sabtu (2/9/2017) malam.
Lembaga Seniman Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Bojonegoro, akan kembali menggelar Sastra Plataran, yang bertepat di depan Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Sabtu (5/8/2017) nanti malam.
Pegiat literasi, Gol A Gong yang hadir saat acara Apresiasi Seni dan Literasi di Kampus Universitas Bojonegoro, Minggu (16/7/2017) menggelorakan semangat menulis. Bapak empat anak itu memberikan banyak motivasi dan mengajari banyak hal agar menumbuhkan geliat literasi di Bumi Angling Dharma ini.
Usai acara Apresiasi Seni dan Literasi Minggu (16/7/2017), pada siang harinya Universitas Bojonegoro (Unigoro) mendeklarasikan diri sebagai Kampus Literasi serta melaunching buku karya dosen dan pegiat literasi di Kota Ledre.
Untuk menyemarakan deklarasi Universitas Bojonegoro (Unigoro) sebagai kampus literasi di Kota Ledre, Minggu (16/7/2017), pihak kampus setempat menghadirkan Gol A Gong untuk memberikan inspirasi kepada Himpaudi Bojonegoro di aula Sogo Kampus Unigoro.
Sepi. Padahal jam telah menunjukkan pukul 17.15 WIB. Waktu berbuka kurang 10-an menit. Biasanya, saat pukul 17.00 surau atau musala di tepi bengawan itu selalu telah ramai orang untuk sekadar membincang keagamaan. Terutama soal fiqih-fiqih ringan. Tetapi kenapa sekarang sepi?
Tidak biasanya Kang Sabar keluar rumah sambil berjaket tebal, memakai sarung dan peci putih. Selain itu masih ada syal Persibo Bojonegoro warna oranye terlilit di lehernya. Sambil berjalan menyusuri tanggul desa, karena berbatasan langsung dengan Bengawa Solo, ia meyilangkan tangan di dada. Bersedekap. Tubuhnya menggigil dan dari mulutnya saat membuang nafas seperti mengeluarkan asap putih.