Skip to main content

Category : Tag: Bb


BUMD Bojonegoro, PT BBS

Dirut PT BBS yang Baru, Harus 'Berani'

Keberadaan Direktur Utama (Dirut) suatu perusahaan sangat penting untuk kemajuan usaha. Begitupula Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Dua kali dipimpin Dirut dari luar Bojonegoro, keberadaan PT BBS yang didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih belum moncer.

BUMD Bojonegoro, PT BBS

Ketua Kadin: Waktunya Orang Lokal Memimpin

Mundurnya Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Eddy Fritz Dommingus, memunculkan harapan baru untuk tokoh lokal memimpin perusahaan plat merah tersebut. Harapan itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bojonegoro, Budiono.

BUMD PT BBS Bojonegoro

Wartawan di Bojonegoro Jabat Plt Dirut BUMD

ejutan. Itulah yang terjadi ketika Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) kemarin. Sebab, selain dibahas pergantian dua komisaris, ternyata pemegang saham juga menerima pengunduran diri Direktur Utama (Dirut) Eddy Fritz Dommingus.

BUMD Bojonegoro, PT BBS

Setyo Yuliono, Agus dan Lukman Resmi Komisaris

Seperti diprediksi sebelumnya, jika saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) kemarin dibahas pergantian dua komisaris. Ternyata benar, dua komisaris yang memasuki purna langsung diganti dengan wajah baru.

BUMD Bojonegoro, PT BBS

Dua Komisaris PT BBS Waktunya Purna

Bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), diketahui ada dua komisaris yang memasuki masa purna. Oleh karena itu, kabar banyak kabar berhembus mengenai pergantian dua komisaris tersebut.

1 Tahun Jadi Dirut BBS, Eddy Fritz Undur Diri

Baru 1 tahun menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Eddy Fritz Dominggus mengundurkan diri. Padahal, ia masih cukup lama mempunyai waktu untuk pimpinan tertinggi di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro tersebut.

Harga Pertalite di Pertamini Dipatok Rp8.300 per Liter

Meski mirip dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) harga yang dipatok di pertamini juga berbeda dengan SPBU. Sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi naik, harga BBM yang ada dipertamni juga ikut naik. Untuk harga pertelite saat ini dijual di harga Rp8.300 perliter.

Penjualan Mengunakan Pertamini Lebih untung

Penjual bahan bakar minyak (BBM)dengan menggunakan Pertamini makin menjamur, tidak hanya menggunakan botol, sekarang banyak terdapat penjual bensin eceren menggunakan dispenser Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mirip di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).