Kontributor: Ayu Rahma Fadila
blokBojonegoro.com - Sidang Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur disiapkan Panitia Lokal (Panlok) di Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab).
Di bangunan bersejarah ini, panitia lokal menginginkan sembilan kiai sepuh bermusyawarah, menentukan ulama yang dipandang mampu mengemban amanah Rais Aam PBNU masa khidmah berikutnya.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Lokal Muktamar NU ke 35, KH Abdurrozaq (Gus Rozaq). Dikatakan, pemilihan lokasi ini bukan urusan teknis tempat, melainkan upaya panitia menghadirkan kembali teladan sang pendiri NU. "Kami ingin memunculkan kembali semangat dan keteladanan Mbah Wahab," jelas Gus Rozaq.
Pria yang menjabat Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini menegaskan bahwa Mbah Wahab merupakan figur ulama lengkap dan sarat legasi keteladanan. Dia inisiator sekaligus utama NU yang konsisten berjuang tanpa kenal lelah hingga akhir hayatnya.
"Beliau adalah sosok Pahlawan Nasional dan penggerak utama NU yang dikenal pantang menyerah, tiada kata uzur untuk berjuang membela agama dan bangsa," tambah Pengasuh Ribath Al Muhajirin 1 Pondok Pesantren Bahrul Ulum tersebut.
Panitia berharap, lanjut Gus Rozaq, penempatan sidang AHWA di Ndalem Kesepuhan Mbah Wahab ini dapat memberikan dorongan moral bagi semua anggota AHWA dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. "Kami harapkan dengan ditempatkannya Ahwa di Ndhalem Mbah Wahab, spirit keteladanan perjuangan beliau betul-betul meresap," harap Gus Rozaq.
Selain faktor sejarah, keberadaan Ndalem Kasepuhan yang berdampingan dengan Masjid Jami' Bahrul Ulum, panitia juga mempertimbangkan aspek kelancaran dan kenyamanan para kiai sepuh selama bermusyawarah. "Faktor kenyamanan (juga) menjadi prioritas kami. Tempatnya sangat steril dan berada tepat di tengah-tengah, di jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," tegas Gus Rozaq.
Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Muktamar NU ke 35, KH. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut baik usulan panitia lokal agar musyawarah AHWA digelar di Ndalem Kesepuhan Mbah Wahab. Menurutnya, memilih tempat sarat nilai sejarah seperti kediaman pendiri NU merupakan gagasan yang menarik.
"Bagus sekali kalau misalnya (rapat AHWA) ditempatkan di dalem-nya (kediaman) Kiai Wahab Hasbullah. Saya kira itu usulan yang sangat baik," kata Gus Ipul setelah menghadiri shalawat dan istighotsah bersama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. [ayu/mu]